Na Niarsik, Kuliner Khas Batak Toba Sarat Makna Kehidupan

0
181
Ikan asam manis

MEDAN, Bisniswisata.co.id: Kaya cita rasa rempah-rempah adalah salah satu ciri khas makanan Indonesia. Masuknya budaya barat Indonesia, agaknya membuat sebagian kisah-kisah di balik pembuatan beberapa makanan tradisional Indonesia mulai dilupakan.

Tetapi tidak sedikit juga orang yang masih mempertahankan kuliner Indonesia berserta kisah di balik pembuatannya, contohnya seperti kuliner khas Batak Toba ini.

Adalah na niarsik, kuliner yang terbuat dari ikan arisk khas Toba yang kaya dengan bumbu dan rempah. Makanan ini kaya akan cita rasa tinggi, tetap sehat dan alami, tidak mengandung MSG.

Dilansir laman Brilio.net, Selasa (13/06/2017), penamaan makanan Batak sebagian besar didasarkan pada proses memasak. Na niarsik berarti di-marsik-kan atau dikeringkan. Dengan kata lain, dekke na niarsik, ikan yang dimasak terus-menerus sampai kuahnya kering, bumbunya menyerap ke ikan mas tersebut.

Jika proses memasak benar, na niarsik dapat bertahan dua hari tanpa basi. Selain na niarsik, masakan khas Batak lain yang dinamakan berdasarkan proses memasaknya antara lain na tinombur, na niura, dan na nigota.

Menurut Ketua Akademi Gastronomi Indonesia Vita Datau Messakh, na niarsik adalah makanan yang menjadi bagian dari adat Batak yang memiliki cerita dari mulai kelahiran, perkawinan, hingga meninggal.

Na niarsik itu penting dalam upacara adat Batak, terkait dengan siklus kehidupan. Angka ganjil mempunyai arti sendiri dalam acara adat hantaran ikan arsik di mana jumlah ikan mempunyai makna.

“Satu ekor diperuntukkan bagi pasangan yang baru menikah. Tiga ekor diperuntukkan bagi pasangan yang baru mempunyai anak. Lima ekor diperuntukkan bagi pasangan yang baru mempunyai cucu. Tujuh ekor diperuntukkan bagi pemimpin bangsa Batak. Itu adat mereka,” kata Vita.

Konon, di dalam memberikan na niarsik ini ada aturan yang perlu dipatuhi. Tidak sembarang orang bisa memberikan na niarsik. Hanya hula-hula atau kerabat dari pihak istri saja yang boleh memberikan, baik itu orang tua kandung, saudara laki-laki pihak istri, atau komunitas marga pihak istri.

“Karena kuatnya budaya di makanan ini, maka pemilihan ikan mas atau dekke juga sangat khusus, yang terbaik ikan mas berwarna merah,” ujarnya.

Bumbu na niarsik, sangat kaya dan beragam. Ada 16 macam bumbu dari andaliman, bunga kencombrang dan bawang batak, yang menjadikan masakan itu spesial. Cara mengolahnya seperti masakan ikan pada umumnya setelah dibersihkan dan dicuci ikan segar dilumuri jeruk untuk membuang bau amisnya.

Setelah bersih, perut ikan diisi dengan lokio atau bawang batak dan kacang panjang. Proses masaknya adalah menyatukan ikan dengan semua bumbu-bumbu hingga masak dan menjadi sedikit mengering. Karena itu istilahnya ikan dimasak kering.

Sepintas, niarsik seperti ikan masak bumbu kuning yang ditemui hampir di berbagai daerah di Indonesia. Tetapi soal rasa, na niarsik mempunyai tekstur dan rasa yang berbeda. “Ada pengaruh andaliman, kecombrang dan bawang batak yang memberikan cita rasa khas dan hanya ditemui di tanah Batak,” ucap dia. (*/BRN)

LEAVE A REPLY