Munculnya Buaya Kali Porong Jadi Objek Wisata Dadakan

0
2832

SIDOARJO, test.test.bisniswisata.co.id: Munculnya buaya di Kali Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi obyek wisata dadakan. Satwa karnivora itu, muncul di Dusun Awar-Awar Gunting, desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, pada sore hari membuat kawasan ini didatangi ratusan wisatawan lokal, yang ingin menyaksikan buaya.

Namun wisatawan lokal ini, tak jarang harus menelan pil kekecewaan. Pasalnya, sejak ramai diberitakan hingga sekarang, tidak sekalipun buaya-buaya itu tampak berjemur atau melihatkan moncongnya sedetik pun. “Sudah dua hari ini buaya tersebut tidak muncul. Saya juga berusaha memberi makan tiga ekor bebek dan saya ikat di pinggir Kali Porong ini, tapi sang buaya sejak pagi hingga sore belum muncul,” kata Ketua RT setempat, Sukadi (45), kepada wartawan di lokasi penampakan buaya.

Kekecewaan juga dialami wisatawan lokal asal Mojosari, Eka Wati (36). Rasa penasaran ingin melihat buaya itu ternyata tidak membuahkan hasil. “Saya kecewa tak tunggu sudah dua jam buayanya tidak muncul,” jelasnya.

Wakapolres Sidoarjo Kompol Aditya Puji, mengharapkan agar warga berhati-hati dan diimbau tidak melihat terlalu ke pinggir sungai. “Jangan sampai ada di pinggiran kali. Melihat dari kejauhan saja. Karena buaya bisa muncul setiap saat,” imbaunya seperti dilansir laman Okezone.com, kamis (28/05/2015).

Ditambahkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya memerintahkan Kapolsek Krembung melakukan patroli di lokasi munculnya buaya. “Untuk antisipasi kerawanan, nanti Polsek Krembung akan patroli di lokasi,” tandasnya.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Surabaya yang memantau dan meneliti penyebab buaya itu. “Untuk sementara kita simpulkan bahwa buaya yang muncul ini jenis buaya muara,” kata Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah III Surabaya RM.Wiwied Widodo.

Ia mengatakan habitat buaya jenis muara ini bisa bergerak jauh dengan daya jelajah hingga puluhan kilometer. Habitat buaya muara bisa hingga di Kali Porong diduga karena akibat sedimentasi lumpur, atau mungkin karena limbah. “Nanum sampai saat ini kami belum bisa menentukan apakah buaya ini mencari habitat baru atau hanya mencari mangsa,” katanya.

Apaila nantinya diketahui buaya jenis muara ini di Kali Porong untuk mencari habitat baru maka BKSDA akan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sidoarjo untuk mengeluarkan imbauan kepada masyarakat.
“Terutama bagi masyarakat yang setiap harinya beraktivitas di Kali Porong seperti memancing, mencari pasir ya harus waspada dan hati-hati,” katanya. Apalagi lokasi kemunculan buaya ini hanya berjarak 500 meter dari permukiman penduduk di Dusun Awar-Awar Gunting, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung.

Dugaan kuat saat ini buaya muara ini sifatnya berkelompok. Jadi kalau sampai di Kali Porong artinya buaya jenis ini mencari habitat baru, kerena jauh dari muara. “Kalau perilaku buaya ini sangat mengkawatirkan masyarakat, BKSDA akan melakukan evakuasi dengan cara Kali Porong ini di sekat kemudian buayanya akan kita carikan tempat yanag lebih aman,” jelasnya. @@@

LEAVE A REPLY