Multikultural Event Memeriahkan Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 127

0
688

SAWAHLUNTO, Sumbar, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata mendukung perhelatan peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 127 Tahun 2015 yang diperingati pada hari ini(1/12)  lewat berbagai seni budaya multietnis bertajuk Multikultural Event.

Menteri Pariwisata Atief Yahya  yang melakukan kunjungan kerja,Senin kemarin mengatakan kegiatan peringatan hari jadi Kota Sawahlunto ke 127 ini diharapkan dapat mendorong perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata sejarah dan budaya.

“ Langkah Pemerintah Kota sudah baik dan perlu dukungan seluruh komponen masyarakat, untuk menuju Sawahlunto sebagai Kota Tujuan Utama Pariwisata di Sumatera Barat” ungkapnya.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf menjelaskan, Pemerintah Kota Sawahlunto setiap memperingati hari jadinya selalu melibatkan seluruh unsur masyarakat. Hal ini untuk membangun rasa kebersamaan, rasa memiliki, rasa tanggungjawab dan rasa partisipasi dalam mewujudkan masyarakat Kota Sawahlunto yang produktif, religius, mandiri dan sejahtera.

“Sawahlunto sebagai salah satu kota tua di Indonesia mampu mentransformasi dirinya dari sebuah kota bekas tambang yang lumpuh ekonominya menjadi sebuah kota yang menjadi tujuan wisata, tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal dan nasional tetapi juga mancanegara,” papar Ali Yusuf.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Efriyanto, S.Sos.MM menjelaskan kelompok seni multietnis yang akan tampil di panggung Multikultural Even adalah Kesenian Tradisional dari 10 Kenagarian yang ada di Kota Sawahlunto, Group Sanggar Seni dan Sekolah, Kelompok kesenian dari Paguyuban Etnis seperti Paguyuban Batak, Paguyuban Jawa, Pagujuban Sunda, Etnis Tionghoa dan Etnis Minang tentunya.

Kegiatan yang belangsung ada 24 November sampai 1 Desember 2015, sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh kelompok seni yang tumbuh seiring dengan banyaknya penambang saat masa jaya Sawahlunto sebagai penghasil batu bara di kota yang didirikan pada 1888.

Sejumlah kelompok seni budaya multietnis Sawahlunto dan luar daerah juga  memeriahkan penggung multicultural even ini, yang digelar dibeberapa tempat pertunjukan yang strategis di Pusat Kota dan juga disebar di 4 Kecamatan yang ada di Kota Sawahlunto.

Ada acara unik namun berbentuk massal adalah “Makan Bajamba” sebuah kegiatan makan yang berlangsung dalam suatau ruangan atau tempat yang telah ditentukan, dan umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan orang, yang dibagi dalam beberapa kelompok.

Makan Bajamba biasanya dibuka dengan berbagai kesenian Minang, kemudian diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, hingga acara berbalas pantun (pidato adat). Makan Bajamba adalah ikon puncak Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto, dimana pada tanggal 1 Desember 2006 pernah mendapat rekor MURI dengan peserta terbanyak berjumlah 16.332 orang.

Mengunjungi Sawahlunto, kota di Sumatera Barat yang diapit Bukit Barisan ini membawa kita seperti kembali ke zaman kolonial. Gedung-gedung pemerintahan masih bergaya Belanda. Namun di beberapa bangunan, tidak lupa ditinggalkan pula bentuk bagonjong yang menjadi bentuk atap khas ranah Minang. Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia.

Kota yang dahulu bertumpu pada sektor pertambangan batu bara ini semakin menggeliat membenahi pariwisata. Hotel, museum, tempat rekreasi dan bangunan-bangunan tua di kota ditata apik siap menyambut turis baik domestik maupun mancanegara.

“Sawahlunto sebagai salah satu kota tua di Indonesia mampu mentransformasi dirinya dari sebuah kota bekas tambang yang lumpuh ekonominya menjadi sebuah kota yang menjadi tujuan wisata, tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal dan nasional tetapi juga mancanegara,” papar Ali Yusuf.

Untuk  memotivasi dan mengapresiasi kelompok seni penyaji terbaik akan diberikan penghargaan, selain itu juga dilaksanakan kegiatan bersifat lomba dalam rangka melestarikan kesenian daerah seperti Lomba “Talempong Pacik” dan lomba Penyanyi Keroncong.

Sedangkan partisipasi dari luar daerah datang dari group seni anjungan Pemrov Bangka Belitung, Sanggar Tigo Sapilin dari Medan serta dukungan dari Kemenpar dengan mengirim delegasi kesenian “Wayang Seleb” dengan Dalang Ki Wawan Ajen, yang mempersembahkan bentuk seni pertunjukan wayang golek dengan konsep baru untuk semua kalangan umur penikmat. (*)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.