Mudik Lebaran: Memadukan wisata alam, budaya dan rekreasi keluarga di Jawa Timur

0
2612
Puncak B29 Lumajang, Jawa Timur, serasa berwisata di atas awan ( foto: Disbudpar Lumajang)

pesona-indonesia_update-22novJAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Cirebon yang secara resmi dibuka sejak 26 Juni 2015 lalu menjadi daya picu bagi Mardiana dan Priyo Santoso untuk liburan Lebaran 2015 dari Jember, Jawa Timur, kota tempat tinggal mereka menuju Jakarta melalui jalan darat rute Utara.

Bagi Pri, jalan tol terpanjang di Indonesia yang mencapai 116,7 kilometer itu memang menantang rasa ingin tahu dan hasrat untuk mendapatkan pengalaman sendiri, apalagi melewati rute baru yang mampu memangkas jarak dan waktu yang lebih singkat. Mardiana, ibu dari dua putri yang menginjak remaja cukup mahir mengendarai mobil pula sehingga keputusan cuti pasangan suami-istri itu sebelum libur Lebaran bersama lima hari sudah diajukannya jauh-jauh hari.

“Kali ini kami ambil rute Jember-Lumajang-Probolinggo-Pasuruan lalu melewati jalur alternatif ke Batu, Malang kembali ke jalur tol Gempol menuju Surabaya, Gresik,Tuban hingga ke Semarang, Pekalongan, Cirebon-Jakarta melalui Cipali, ”jelas Priyo bersemangat. Untuk pilihan tempat-tempat wisata yang disinggahi, Mardiana dan Pri sepakat justru akan berkonsentrasi wisata di kawasan Jawa Timur karena banyak sekali tempat yang belum dikunjungi.

Pri mengatakan selain dikenal dengan event JemberFashion Carnival yang sudah mendunia, obyek wisata lainnya di Jember adalah pantai Puger, Pantai Bandealit, Pantai Papuma, Watu ulo, water park dan Taman Botani Jember. Bersama keluarga dia juga telah mengeksplore tempat wisata di Banyuawangi yang sudah mendunia seperti Pantai Plengkung dan menghadiri Banyuwangi Festival, terutama Banyuwangi Ethno Carnival dan beragam festival sepanjang tahun.

“Kali ini kami akan mengeksplore tempat wisata yang dilewati dalam Peta Jalur Resmi Lebaran 2015. Ke Lumajang, misalnya, yang bisa ditempuh sekitar 62 km atau sekitar satu jam perjalanan dari Jember banyak memiliki tempat wisata yang layak disinggahi baik tempat wisata buatan, keindahan alam,”

Kolam renang di Lumajang yang ingin dikunjungi kedua putrinya terletak di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) desa Wonorejo, kecamatan Kedungjajang ke arah utara. Kolam ini dilengkapi dengan arus air, sarana luncuran dan sarana lain yang menarik.Selain kolam renang, aktivitas lain yang daat dinikmati adalah kereta gantung, komedi putar dan fasilitas bom-bom car.

Ada juga Watu Pecak, objek wisata di Desa Selok Awar-awar kecamatan Pasirian 18 km dari kota Lumajang ini letaknya di timur pantai Bambang dan digunakan sebagai tempat melasti atau sesuci bumi Umat Hindu Dharma di Bali. Upacara dilakukan dalam perayaan Hari Raya Nyepi dan menyambut Tahun Baru.

Selama ini nama Watu Pecak tenggelam di bawah deretan nama pantai selatan Pulau Jawa padahal bertetangga dengan Jember di sebelah Timur dan Kabupaten Malang di sebelah Barat. Pantai yang pasirnya jadi incaran para penambang ini elok, berkarang dan tempat yang tepat untuk instropeksi diri dan menyatu dengan alam semesta.

Puncak B29

Selain wisata pantai, Lumajang juga memiliki Puncak B29 Argosari, bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana Gunung Bromo bisa di lihat dari arah timur dari arah lumajang, dan dikenal juga sebagai tempat wisata di atas awan.

Kalau selama ini Gunung Bromo yang terkenal dengan sunrise yang eksotis dan keindahan alam lainnya banyak menjaring kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, maka Puncak B29 adalah sebuah bukit dengan ketinggian 2900 Mdpl. lebihtinggi dari Gunung Bromo yang mempunyai ketinggian 2.392 Mdpl.

Obyek ini masih bagian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Terletak di sisi tenggara gunung Bromo, begitu pemandangan yang indah terbentang. Warga Desa Argosari sebagian besar merupakan suku Tengger yang diyakini sebagai keturunan asli Kerajaan Majapahit yang mayoritas menganut agama Hindu.

Walaupun menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, suku ini memiliki dialek turunan bahasa Kawi dan mempertahankan kalimat-kalimat kuno yang tidak lagi digunakan dalam bahasa Jawa modern. Mata pencaharian mereka antara lain petani sayur kembang kol, bawang prei, dan kentang.

Rute lanjutan yang dilalui Priyono adalah melewati wilayah Kabupaten Probolinggo yang dikelilingi Gunung Argopuro, Gunung Semeru dan Pegunungan Tengger. Tujuan wisata favorit di Probolinggo a.l adalah Pulau Gili Ketapang di Selat Madura yang jaraknya delapan kilometer dari bibir pantai Probolinggo dan dihuni oleh mayoritas Suku Madura. Tak heran kalau pulau ini dikenal sebagai miniature Madura di Utara Probolinggo.

Pulau Gili Ketapang mempunyai luas 68 hektar, dan bisa diakses melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga. Di Gili Ketapang aktivitasnya adalah wisata bahari seperti snorkeling,melihat terumbu karang yang masih jernih dan pemandangan alam laut lainnya yang masih perawan.

Sebuah tempat wisata baru yang bernuansa alam bakau ( mangrove) juga telah dibangun Kota Probolinggo, tepatnya di Kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Jawa Timur, ekowisata bakau ini berdiri dengan nama Bee Jay Bakau Resort atau disingkat BJBR.

bpjr jatim

BJBR menawarkan wisata dengan daya tarik alam dan telah memenangkan penghargaan pariwisata daya tarik alam tingkat Provinsi Jawa Timur. Fasilitas di dalamnya antara lain Majengan Bakau Beach, sebuah pantai pasir putih buatan lengkap dengan pulau-pulau kecil berhiaskan lampu berbagai bentuk,

Saung-saung yang nyaman untuk bercengkerama bersama keluarga anda , permainan air seperti: kano tunggal, kano ganda dan sepeda air . Ada juga fasilitas olah raga voli pantai bertaraf internasional dan akan dilengkapi dengan wahana baru water splash dengan 60 titik semburan dan 15 variasi semburan serta Water boom.

Fasilitas lainnya untuk menginap adalah bungalow-bungalow yang nyaman dengan dua tipe: Junior Suite dengan view laut langsung atau bungalow tipe Executive dengan view hutan bakau. Untuk menelusuri hutan bakau sepanjang pantai, telah tersedia kapal katamaran dengan daya angkut 8 orang per kapal.

Obyek wisata lainnya di Jawa Timur memang sangat beragam dan telah tersaji informasinya secara lengkap di laman resmi Kementrian Pariwisata; www.indonesia.travel  termasuk juga obyek wisata yang kental dengan wisata sejarah seperti  Candi Jabung, salah satu candi Hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Candi ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun.

Kota Pahlawan, Surabaya

Perjalanan lanjutan di seputar Surabaya sebagai ibukota provinsi JawaTimur, wisatawan bisa memilih beragam tujuan wisata mulai dari pasar tradisional seperti Pasar Genteng, Pasar Turi hingga mal-mal besar seperti Tunjungan Plaza, Ciputra World Surabaya, Superblok Praxis hingga Museum House of Sampoerna dan tujuan wisata religi Sunan Ampel.

Ikon lainnya adalah Jembatan Suramadu yang dibangun di atas perairan Selat Madura menjadi ikon sekaligus obyek wisata di Surabaya yang banyak dikunjungi wisatawan. Sesuai namanya, Jembatan Suramadu ini menghubungkan Surabaya dan Madura dengan panjang mencapai 5,500 m.

“The Singapore of Surabaya” merupakan julukan G-Walk, salah satu tempat wisata kuliner favorite. Memang G-Walk ini dibangun menyerupai Clarke Quay yang merupakan pusat hiburan dan kuliner populer di Singapura. Tempat wisata kuliner yang mengusung konsep food court ini dibuka pada malam hari saja.

Ada dua jalur di G-Walk dengan panjang masing-masing sekitar 1 km. Di jalur pertama, suasananya terasa lebih tentram dengan cahaya lilin dan nuansa jazzy yang menjadi lokasi kaum muda dan kalangan menengah mencari hiburan di malam hari Untuk hidangan yang disajikan pun lebih ke kuliner ala barat. Sedangkan jalur yang satunya lebih terang dengan adanya lampu neon dan hidangan yang disajikan kuliner khas nusantara.

Wisata alam di tengah kota juga bisa dinikmati di Wisata Hutan Mangrove Wonorejo, salah satu obyek wisata Surabaya terfavorit untuk kategori wisata alam. Hutan Mangrove Wonorejo adalah tempat yang sangat cocok untuk menikmati ketenangan alam karena lokasi yang jauh dari keramaian kota.

Berlokasi dekat dengan Bandara Juanda Surabaya, Hutan Mangrove Wonorejo menyuguhkan keindahan alam yang sangat alami. Di sini pengunjung bisa berjalan menyusuri jembatan bambu yang ada di atas air dan menembus hijaunya Hutan Mangrove Wonorejo maupun dengan menggunakan perahu.

Tempat bermalam sambil menikmati wisata alam dan buatan adalah di Jatim Park, sekitar 20 km dari Kota Malang. Kawasan wisata terpadu ini letaknya persis di lereng gunung Panderman dengan ketinggian 850 meter dpl. Menghadirkan pesona rekreasi dengan sejumlah wahana bermain dan hiburan yang lengkap, Jatim Park juga dilengkapi dengan pengalaman wisata edukatif karena itu paling direkomendasikan sebagai tujuan wisata keluarga yang disukai berbagai segmen usia.

Pohon Inn, hotel unik di Jatim Park
Pohon Inn, hotel unik di Jatim Park

Anak-anak bahkan dapat belajar sains dengan cara menyenangkan di Science Center yang ada di sana. Orang dewasa bahkan dapat mengunjungi geleri bunga, pasar sayur, pasar buah, hingga bermain airborne shot serta aneka wahana seru lainnya.

Di Jatim Park 2 juga terdapat 36 wahana dan diantaranya yang popular adalah Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Pohon Inn Hotel. Ketiga wahana ini letaknya terpisah, namun masih tetap berada pada satu area yang sama. Museum Satwa adalah Lembaga Konservatif Ex-Situ Satwa Liar di Jatim Park Malang dimana pengunjung dapat melihat satwa awetan.

Maksudnya satwa yang bukan didapat dari hasil perburuan melainkan hasil awetan dari satwa yang telah mati. Koleksi satwa awetan di museum ini terbilang lengkap, mencakup satwa langka dari Afrika, Asia, Australia, Amerika, Antartika, hingga Artik.

Bangunan menarik lainnya di kawasan wisata ini adalah Pohon Inn Hotel merupakan hotel yang berdesain unik dan membawa tamu berfantasi bak tinggal di sebuah pohon raksasa. Di hotel ini, tersedia fasilitas yang lengkap, seperti 8 kamar eksekutif, 28 kamar superior, dan 35 kamar deluxe. Hotel berdesain unik di Jatim Park Malang ini berada pada lokasi yang menawarkan suguhan pemandangan alam yang indah karena letak hotel dikelilingi oleh gunung Panderman, gunung Banyak, dan gunung Arjuna.

Bagi Priyo Santoso dan keluarga jalur mudik melalui Tuban juga akan dimanfaatkan untuk melongok Goa Akbar yang lokasinya berada di Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Daya tarik tempat wisata ini tentunya adalah stalagtit dan stalagmit serta beberapa ruangan yang menyimpan cerita sejarah.

Obyek lainnya yang tidak boleh diabaikan di kota adalah Pantai Boom yang indah dimana pengunjung dapat memahami sejarah lewat prasasti bahwa pantai ini dulu memiliki peranan penting sebagai jalur pelayaran niaga dan pelabuhan pada masa kerajaan Airlangga, Singasari , Majapahit dan masa awal syiar Islam di Tanah Jawa oleh Walisongo.

Pantai bom tuban digunakan sebagai tempat transit para wali untuk menyebarkan agama islam di tanah Jawa yang terbukti adanya makam Maulana Makhdum Ibrahim atau yang sering disebut Sunan Bonang di sebelah barat alun-alun Tuban atau tepatnya sebelah Masjid Agung Tuban.

Pantai Boom, Tuban, Jawa Timur
Pantai Boom, Tuban, Jawa Timur

Priyo berharap, rute mudik sekaligus berwisata yang difokuskannya di Jawa Timur sebelum tancap gas menuju ibukota Jakarta melalui Cirebon bisa memberikan pengalaman berwisata yang lengkap bagi kedua putrinya. (hildasabri@yahoo>com)

LEAVE A REPLY