Mudik Lebaran: Hati-Hati Jaga Anak Selama Perjalanan

0
227

Menteri PP&PA Yohana Yembise (foto: Yoely)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri menjelang. Masyarakat pun mulai bersiap untuk pulang kampung, berlebaran bersama keluarga, dan mengadakan wisata ziarah.

Selama perjalanan ke kampung halaman serta wisata ziarah ini, tentu banyak hal yang bisa terjadi. Terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak dan balita. Untuk itu perlu ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, mengingatkan agar orangtua yang membawa anak-anak dalam perjalanan pulang kampung mudik Lebaran, serta berwisata ziarah, untuk lebih berhati-hati.

“Jangan sampai selama perjalanan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti anak hilang, penculikan, dan lainnya. Untuk itu orangtua harus hati-hati,” ujar Menteri Yohana tadi malam usai buka puasa bersama insan pers di rumah dinasnya, di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Acara silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman Menteri diisi dengan dialog seputar tugas dan posisi Kementerian PPPA dalam kasus kekerasan perempuan dan anak

Yohana menuturkan bahwa kementeriannya menjelang mudik Lebaran kali ini, sudah melakukan sosialisasi kepada pelaksana di terminal, stasiun kereta, pelabuhan, dan bandar udara supaya bisa lebih peningkatkan pelayanan dan pengawasan, terutama bisa jalankan program ramah perempuan dan anak.

“Kita semua berupaya jangan sampai terjadi penculikan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan lainnya selama mudik Lebaran,” ujarnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini dalam kesempatan yang sama juga tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya karena Komjen Tito Karnavian lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR sebagai calon tunggal Kapolri juga peduli pada masalah perempuan dan anak.

“Tadi saya sudah melihat di media, Pak Tito menyoroti masalah perempuan dan anak dalam menjawab semua persoalan yang diajukan Komisi III DPR-RI. Saya mengapresiasi jawaban-jawaban beliau ,” ujar Yohana.

Kementerian PPPA akan terus meningkatkan komunikasi dengan kepolisian. Terutama dalam upaya menekan angka kekerasan kepada perempuan dan mengharapkan Komjen Tito sebagai Kapolri baru nantinya lebih perhatian untuk kasus anak dan perempuan.

Yohana berjanji nanti akan menyurati Kapolri baru sehingga ke depan dapat membantu dalam kasus-kasus penjualan anak, juga kekerasan perempuan dan anak sehingga lebih mudah dalam penyelesaiaan kasus tersebut.

“Kementerian kami ini sebenarnya adalah kementerian koordinasi, kementerian non implementasi. Tapi dengan permintaan termasuk dari Presiden, kami semangat turun ke bawah dalam menyelesaikan masalah,” kata Yohana.

Selama ini, kata Yohana, dia tidak segan-segan turun ke lapangan ke polsek-polsek dan hasilnya akhirnya terjadi perubahan-perubahan secara besar-besaran dalam menangani kasus kekerasan pada anak dan perempuan, tandasnya (bundayoely@gmail.com)

LEAVE A REPLY