Motif Etnik & Tenun Kalimantan Dimodifikasi Jadi Busana Islami

0
747
Motif Etnik & Tenun Kalimantan Dimodifikasi Jadi Busana Islami (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Motif etnik dan kain tenun Kalimantan ternyata bisa sangat menawan saat dimodifikasi menjadi busana islami untuk muslimah. Hal ini berhasil ditunjukkan dua desainer asal Kalimantan yang membawa keindahan motif dan tenun dari tanah Jamrud Khatulistiwa.

Desainer Savitri asal Pontianak dan Nadhila Shabrina asal Balikpapan masing-masing membawakan koleksi bertema “Inspired by Sambas” dan “Secret of Mahakam”. Koleksi mereka dipamerkan dalam pagelaran busana Islamic Fashion Festival tahun kesepuluh di Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Savitri ngamu sudah dua tahun vakum mendesain karena belum mendapat inspirasi. “Saya dapat inspirasi untuk membuat pakaian lagi setelah melihat tenun Sambas yang disebut kain Lunggi. Sejak itu, saya mulai membuat karya busana muslimah,” tutur Savitri saat ditemui di Hotel Four Season, Jakarta Selatan.

Koleksi yang dipamerkannya menceritakan tentang keindahan alam Pantai Paloh, kura-kura Paloh dan keindahan pulau kecil Sambas. Baju-baju berwarna maroon, krem, hijau gelap, ia susun dari tenun Sambas, kain Lunggi yang dicampur linen dan sutra sifon menjadi ‘petticoat’, cardigan panjang, dan tunik.

Keindahan motif etnik Kalimantan diwakilkan oleh keindahan Mahakam. Desainer Nadhila Shabrina yang merancang pakaian muslim dari Rumah Ampiek Balikpapan mencoba membawa warna-warni dari pesisir Sungai Mahakam.

“Sarung Samarinda adalah kerajinan tenun yang berkembang sepanjang pesisir Mahakam, Kalimantan Timur. Warnanya yang cerah sangat dipengaruhi kadar air sungai Mahakam,” tuturnya. (*/OKE)

LEAVE A REPLY