Minim Wisman, Sumsel Bentuk Badan Promosi Wisata

0
295
sungai Musi Palembang sepi wisatawan (Foto: Antara)

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Sumatera Selatan (Sumsel) belum mengembirakan, masihh minim, dan masih jauh tertinggal dibandingkan dengan sejumlah daerah di Sumatera, Nusa Tenggara maupun Bali. Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan Sumsel berinisiatif membentuk Badan Promosi Pariwisata.

“Badan tersebut diisi kalangan pelaku usaha kepariwisataan lokal dan nasional. Tugasnya melakukan inovasi kreatifitas mengembangkan pariwisata Sumsel,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga.

Irene mengaku telah menyiapkan Badan Promosi Pariwisata sebagai tindak lanjut pengembangan wisata agar bisa dilirik pengunjung. Mereka akan melakukan promosi untuk menarik para investor.

Badan Promosi Pariwisata tersebut terdiri dari kalangan pelaku pariwisata seperti dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia, maskapai penerbangan Garuda Airlines dan pihak-pihak yang bisa meningkatkan daya tarik promosi pariwisata.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menginginkan pariwisata di wilayahnya berkembang pesat agar mampu menarik pelancong. Menurutnya, daerah yang terdiri atas 17 kabupaten dan kota ini memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari situs prasejarah 1001 megalit di Kabupaten Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang.

Tetapi karena promosinya belum maksimal, kata Alex, tempat-tempat wisata tersebut kurang dikenal. “Kita memiliki banyak obyek, tetapi sayang masih belum tergarap secara baik,” ujar Alex seperti dilansir laman Tempo.co. Kamis (28/07/2016).

Selain itu, kawasan olahraga Jakabaring Sport City juga bisa dijual. Bila pembangunan light rail transit telah selesai, maka bisa menjadi alat transportasi penunjang wisatawan untuk berkunjung ke wilayah tersebut. “Sebenarnya jka satu lokasi tempat wisata saja bisa dikembangkan maka itu bisa menjadi proyek strategis.” ucapnya. (*/TMP)

LEAVE A REPLY