Mimpi Sundari Soekotjo Gelar Konser Keroncong Tercapai

0
630

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Konser “Senandung Keroncong Indonesia”, yang menjadi impian diva keroncong Sundari Soekotjo akhirnya terwujudkan. Sekitar 800 penonton duduk manis di theater mewah Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (21/4) malam, menyaksikan penampilan solo penyanyi keroncong Sundari Soekotjo.

Konser yang digelar memperingati 40 Tahun eksistensinya di Musik Keroncong sekaligus Hari Kartini, dimulai pukul 20.20 WIB. “Bunga Anggrek” dipilih penyanyi kelahiran Jakarta pada 14 April 1965, sebagai lagu pembuka.

“Alhamdulillah, akhirnya mimpi saya tercapai. Sehingga dapat melaksanakan konser ini bertepatan Hari Kartini. Saya senang, bangga dan ini akan menjadi sejarah yang besar dihidup saya,” papar ibu anak satu di atas panggung, yang nampak anggun dengan mengenakan busana Kebaya rancangan Anne Avantie.

Selama 40 Tahun Berkarya, sebuah persembahan dari ikon keroncong Indonesia agar keroncong tetap bergema dan musik Keroncong adalah sebuah kebanggaan, sebuah karya persembahan sekaligus untuk mengantar para generasi muda dalam menyenangi dan mencintai musik keroncong sebagai salah satu asset budaya bangsa.

Karena itu dalam konser ini, Sundari menggandeng musisi anak muda Dwiki Darmawan, Rossa, Ikke Nurjanah, Kunto Aji, Didi Kempot, Wingky Wiryawan dan musisi lainya.

“Saya jadi semakin semangat melihat dukungan musisi muda. Senang sekali mereka mau tampil untuk keberlangsungan musik keroncong,” kata sarjana musik Universitas Negeri Jakarta.

Diakuinya, sengaja mengajak penyanyi muda untuk ikut melestarikan musik keroncong. Di luar dugaan, ternyata mereka sangat antusias melestarikan musik keroncong.

Konser musik keroncong, tambah dia sebenarnya bisa diterima dan dinikamti segala umur. Tidak melulu kalangan tua, tapi juga remaja dan anak-anak bisa masuk di genre musik ini. “Saya sendiri berharap, ke depan makin banyak anak-anak muda yang mengeluti keroncong,” harapnya.

Dwiki Dharmawan mengaku antusias saat mendapat tawaran mengiringi konser Sundari Sukotjo. “Ini sejarah bagi saya, bisa mendukung salah satu legenda keroncong Indonesia. Ada kecocokan antara musik yang saya bawakan dengan tema konser keroncong kali ini. Ibu Sundari juga sepakat, konser musiknya dibalut dengan unsur-unsur tradisional,” ucap Dwiki

Penyanyi Kunto Aji menambahkan meski lahir di Yogyakarta, tapi belum sempat mempelajari musik keroncong. “Dengan kesempatan ini saya sangat senang dan ingin belajar keroncong,’ lontar Kunto Aji.

Beberapa lagu yang ia nyanyikan diantara adalah “Bakti Ibu Kartini”, “Gambang Semaran”, “Jembatan Merah” dan ada 22 lagu keroncong dinyanyikan dalam konser ini.

Diantaranya para penonton hadir Guruh Soekarnoputra, Sys NS, warga Solo, Yogyakarta yang sudah sepuh dan tinggal di Jakarta, juga kalangan anak muda Jakarta. Sayangnya, konser ini tidak ada pejabat dari Kementrian Pendidikan dan Kementrian Pariwisata. Padahal mereka selalu gembar gembor agar musik tradisional Indonesia harus dilestarikan. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.