Meski ada Kabut Asap, Kunjungan Wisatawan ke Riau Meluap

0
600
Wisata religi Prosesi Ritual Bakar Tongkang di Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir. Riau daya tarik wisata

PEKANBARU, test.test.bisniswisata.co.id: SEPANJANG tahun 2015, Riau diguncang kabut asap yang hebat. Pariwisata pun dikhawatirkan terancam rontok. Ternyata data menunjukkan sebaliknya. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara ke Riau melonjak mencapai 54.772 orang.

“Kunjungan wisatawan sebanyak 54.772 orang selama 2015 itu mengalami peningkatan sebesar 7.772 orang dibandingkan dengan kunjungan yang sama tahun 2014 mencapai 47.000 orang,” kata Kepala Disparekraf Riau Fahmizal Usman dalam keterangannya di Pekanbaru, seperti dikutip laman Antara, Kamis (21/01/2016).

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah ini berkat kontribusi pers cukup besar kendati daerah ini dilanda kabut asap selama tiga bulan lebih. Juga dipicu oleh maskapai penerbangan Jet Star yang membuka rute penerbangan dari Australia ke Singapura juga mengambil tujuan menyinggahi Riau.

“Bahkan tingkat kunjungan wisawatan nusantara ke Pekanbaru meningkat, terbukti dari ‘load factor’ ke Pekanbaru yang penuh, di samping maskapai penerbangan Xpress Air juga telah membuka rute Palembang ke Pekanbaru,” katanya.

Tanpa mematok target kunjungan wisatawan pada 2016, Fahmizal meyakini arus kunjungan wisatawan ke daerah ini akan meningkat antara lain adanya kebijakan pemerintah Riau melalui promosi “Cerita baru centre,” sebagai sarana pusat promosi pariwisata terpadu, di kantor Disparekraf Riau.

Yang paling penting, katanya lagi, memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa mereka harus menjadi tuan rumah yang baik dalam mempercepat pembangunan pariwisata di daerah ini, apalagi sektor industri pariwisata memiliki dampak ekonomi yang cukup besar.

Pada 2016, Riau menggelar berbagai acara di kabupaten dan kota dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan. Untuk itu, segala sektor pendukung terus dibenahi dengan mengintensifkan koordinasi bersama Disperindag, Bappeda, Dinas PU, biro perjalanan wisata dan lainnya.

Potensi wisata dan budaya di Riau cukup besar seperti surving bono, lobang kelam, air terjun, Istana Siak, Bakar Tongkang dan lainnya serta flora dan fauna yang menarik untuk dikunjungi, di samping aneka ritual masyarakat antara lain balimau kasai “Untuk mendukung percepatan pengembangan pariwisata di Riau, Disparekraf juga terus membina desa wisata, membina mental masyarakat yang berdiam di kawasan wisata,” katanya. (*/a)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.