Mes Pramugari Lion Air Diprotes Warga

0
6279

TANGERANG, test.test.bisniswisata.co.id: Warga Cluster Harmoni di perumahan Talaga Bestari, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, memprotes keberadaan perkantoran, sekolah, dan mes pramugari Lion Air yang berdiri di sekitar kompleks itu. Lion Air dituding telah merampas akses utama menuju Cluster Harmoni.

Warga juga mengeluhkan pembangunan sejumlah gedung bertingkat di kompleks itu yang menyebabkan banjir ketika hujan tiba.
“Semakin ke sini, (pembangunan) seperti tidak terkendali dan warga kami semakin terjajah,” ujar Ketua Rukun Warga 01 Cluster Harmoni, Sutarno.

Sutarno mengatakan kompleks Lion Air baru berdiri di kawasan itu sejak setahun terakhir. Sejak kompleks itu ada, Jalan Harmoni Raya sepanjang 1 kilometer yang merupakan akses keluar-masuk satu-satunya cluster tersebut seperti dikuasai oleh pihak Lion Air.

Gerbang sekolah dan perkantoran Lion Air persis berada di tengah jalan itu, sehingga sejak pagi hingga sore jalan tersebut padat digunakan untuk lalu lintas kendaraan pribadi dan kendaraan barang serta hilir-mudik pramugari dan pramugara yang ramai-ramai berjalan kaki.

“Kami yang sejatinya memiliki jalan harus mengantre dan banyak mengalah. Apalagi petugas keamanan yang berjaga lebih mengutamakan akses masuk kawasan Lion Air, ketimbang warga yang sudah lama menepati perumahan ini,” kata Sutarno.

Jalan itu kini juga sering digunakan sebagai lahan parkir tamu di kawasan kantor dan sekolah pramugari Lion Air. Akibatnya, hanya tersedia satu lajur jalan dan terjadi kemacetan.

Sutarno mengatakan kini Lion Air membuka gerbang baru yang berada persis di dekat gerbang masuk Cluster Harmoni. Gerbang baru itu digunakan sebagai akses pramugari yang keluar-masuk mes. “Gerbang baru itu (dibuat) tanpa seizin kami. Semakin lama akses kami semakin dikuasai mereka,” kata Sutarno.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan siap membuka pintu dialog dengan warga Cluster Harmoni, Perumahan Talaga Bestari yang merasa terganggu dengan aktifitas perkantoran, sekolah dan mess pramugari di kompleks tersebut. “Kami siap berdialog dengan warga kapan saja agar inti permasalahannya jelas dan menemukan solusi,” ujar Edward.

Hanya saja, Edward mengajukan syarat. Menurut dia, dialog harus dilakukan bersama orang-orang yang berkepentingan langsung terhadap persoalan ini, seperti Ketua RW dan Ketua RT setempat. “Karena kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan baik-baik dan mendengarkan langsung keluhan warga,” ujar Edward. “Bila perlu disaksikan lurah setempat.”

Sejak membangun kawasan perkantoran, sekolah dan mess pramugari di kompleks itu, Edward berujar, Lion Air selalu terbuka untuk warga sekitar. “Kami tak ingin keberadaan kami yang memang ramai membuat warga terganggu,” kata dia seperti dilansir laman Tempo.co, Selasa (16/12/2014).

Edward mengaku, pihaknya kini melakukan pengecekan langsung dan evaluasi terkait keluhan warga Harmoni, seperti masalah monopoli jalan, sampah dan banjir. “Langsung ditindaklanjuti,” katanya.***

LEAVE A REPLY