Merapi Erupsi, Bandara Adisutjipto Ditutup Sementara

0
200
Gunung Merapi keluarkan asap tebal putih (Foto: http://jogja.korinatour.co.id)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta ditutup sementara dari aktivitas penerbangan, Jumat (11/5/2018) mulai pukul 10.42 hingga sore akibat hujan abu pascaletusan freatik Gunung Merapi.

Kabar ini disampaikan Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait melalui keterangan resminya yang diterima Bisniswisata co.id, Jumat (11/5). “Aerodrome Bandara Adisutjipto, Yogyakarta kembali ditutup hingga Pukul 16.30 WIB sesuai NOTAM B3567/2018,” tulis Yohanes dalam rilisnya.

Penutupan ini merupakan dampak dari hasil letusan Gunung Merapi pagi tadi. Erupsi diperkirakan terjadi pada pukul 07.50 WIB. Sebelumnya, otoritas bandar udara (notam) juga mengumumkan penutupan operasional bandar udara Adisutjipto sejak Jumat pagi hingga pukul 11.40 WIB.

“AirNav Indonesia bersama seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan status Gunung Merapi dan dampaknya terhadap penerbangan,” jelas Yohanes.

TNI Angkatan Udara melalui akun twitter resminya sempat menyebut adanya penundaan penerbangan di Bandara Adisutjipto akibat adanya letusan pada Gunung Merapi.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso sebelumnya menyatakan letusan Gunung Merapi tidak tergolong berbahaya bagi masyarakat. Namun masyarakat tetap diimbau waspada terutama yang tinggal dalam radius 5 kilometer.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan letusan Merapi disertai suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah. Letusan melontatkan abu vulkanik, pasir dan material piroklatik.

“Letusan berlangsung tiba-tiba. Jenis letusan adalah letusan freatik yang terjadi akibat dorongan tekanan uap air yang terjadi akibat kontak massa air dengan panas di bawah kawah Gunung Merapi,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id

Jenis letusan ini, sambung dia, tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunungapi aktif. Biasanya letusan hanya berlangsung sesaat. Gunung Merapi sebelumnya pernah terjadi letusan freatik. Status Gunung Merapi hingga saat ini masih tetap normal (Level I) dengan radius berbahaya adalah 3 kilometer dari puncak kawah.

Dilanjutkan, PVMBG tidak menaikkan status Gunung Merapi dan masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik.
Masyarakat dihimbau tetap tenang. Belum ada laporan korban jiwa. BPBD dan aparat masih melakukan pemantauan. BPBD Sleman telah menginstruksikan masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km seperti daerah Kinahrejo sudah diinstruksikan untuk evakuasi ke bawah di barak pengungsi. Masyarakat merespon dengan evakuasi mandiri ke tempat yang aman.

Para pendaki gunung Merapi dihimbau mengikuti rekomendasi dan tidak memaksakan diri mendekati puncak kawah. Berdasarkan laporan sementara terdapat sekitar 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Kondisinya semua selamat. BPBD pun telah mendistribusikan masker.

Hujan abu diperkirakan turun di sekitar Gunung Merapi khususnya di bagian selatan dan tergantung dari arah angin. Dilaporkan hujan abu vulkanik terjafi di Tugu Kaliurang Sleman Yogyakarta. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPPTKG PVMBG dan BPBD. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY