Menteri Pariwisata: Tinjau Ulang Larangan Rapat di Hotel

0
628

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya minta agar kebijakan pelarangan Pejabat negara dan PNS jangan menggelar rapat dan seminar di hotel, ditinjau kembali. Bahkan implementasi dan waktu penerapannya dipertimbangkan kembali. Mengingat, kalangan perhotelan resah dengan larangan itu.

“Kami menerima, mempertimbangkan curhatan atau pandangan, saran dari Menteri Pariwisata. Masukan ini akan kami kaji, kami akan pertimbangkan dan akan kami rumuskan jalan terbaik,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN/RB) Yuddy Chrisnandi di Jakarta.

Menpar, lanjut dia sudah menyampaikan aspirasi industri perhotelan, keberatan-keberatan tentang pelarangan (PNS rapat di hotel). Dan ada argumentasi yang disampaikan termasuk pandangan industri dan aspirasi yang paling ‘curhat’ dari hotel-hotel.

Yuddy menilai Arief Yahya sebagai sosok yang sangat membela kepentingan industri pariwisata sehingga bisa menyampaikan secara detail dampak pelarangan PNS rapat di hotel tersebut dari mulai kepegawaian, pengurangan pendapatan hotel yang drastis, dan lain-lain.

Pada prinsipnya, Yuddy menambahkan, aparatur negara dan kegiatan programnnya harus tetap berlangsung dan jangan merugikan pihak lain termasuk pengembangan industri pendukungnya.

“Intinya ada ‘win-win solution’. Saya sudah menerima suara-suara aspirasi industri hotel dari Pak Arief bahkan lebih keras dari suara yang mendemo saya kemarin, jadi jangan demo lagi, sudah terwakili oleh Pak Arief,” katanya.

Meski berniat mempertimbangkan, Yuddy menegaskan untuk sementara ini kebijakan yang sama masih tetap berlaku bahwa aturan rapat PNS tidak boleh dilaksanakan di hotel selama masih ada fasilitas pemerintah lain yang bisa digunakan. Tapi jika pun harus diselenggarakan di hotel harus ada argumentasi dan alasan yang pasti.

“Jangan sampai merugikan pihak manapun, Inspektorat tetap mengawasi tapi pandai-pandailah untuk menerjemahkan aturan ini. Kemenpar jadi bagian untuk ‘gas’ dan saya ‘rem’-nya. Tapi masih dalam satu kendaraan yang sama,” lontarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.