Menteri LHK Promosi ‘Ayo ke Taman Nasional’

0
509

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan bahwa Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, serta dikelola dengan sistem zonasi untuk dimanfaatkan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya dan pariwisata.

“Saat ini di Indonesia terdapat 51 Taman Nasional dengan total luas mencapai 16 juta hektar lebih. Bahkan ada enam Taman Nasional yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfer, enam Taman Nasional sebagai Warisan Dunia, dan dua sebagai situs Ramsar (perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan),” ujarnya dalam acara mencanangkan Promosi Taman Nasional bertema “Ayo ke Taman Nasional, di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa Kemarin.

Siti Nurbaya menyebutkan bahwa dua Taman Nasional yang berstatus sebagai cagar biosfer dan warisan dunia itu, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Komodo.

“Karena itu dengan dicanangkannya promosi ‘Ayo ke Taman Nasional’ ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat agar mengenal lebih jauh potensi taman nasional di Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke taman nasional,” tuturnya.

Salah satunya yang amat mempesona, Taman Nasional Lorentz yang terletak di provinsi Papua, dengan luas wilayah 2,4 juta hektar. Taman Nasional Lorentz ini tercatat sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman ini sangat mempesona, karena banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya yang masih belum dijelajahi. Sehingga pada 1999, UNESCO menetapkan taman nasional ini sebagai Situs Warisan Dunia.

Wilayahnya juga terdapat persediaan banyak mineral, dan operasi pertambangan berskala besar yang aktif di sekitar taman nasional tersebut. Juga ada proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz dari inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional ini.

Terkait dengan pariwisata nasional yang diharapkan Presiden Jokowi, menurut Menteri LHK, Taman Nasional di Indonesia yang sebagian ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan 20 juta dan wisatawan nusantara mencapai 275 juta (2015-2019).

“Tentu saja kawasan konservasi ini diharapkan dapat menarik kunjungan minimal 1,5 juta dari wisatawan mancanegara dan minimal 20 juta wisatawan nusantara dalam selama lima tahun mendatang,” tegas dia.

Dalam rangka promosi TamanNasional itu, dia mengharapkan peran media untuk turut mendorong masyarakat lewat berbagai publikasi. Sehingga masyarakat luas mencintai kawasan konservasi yang ada di Taman Nasional. “Juga melalui peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, kami ajak masyarakat untuk mencintai kawasan konservasi yang dimiliki Indonesia,” selorohnya.

Guna memberikan apresiasi kepada media yang peduli pada Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian LHK menganugerahkan Penghargaan Anugerah Media KLHK 2015 kepada 100 media, surat kabar nasional, daerah, dan media online.“Selama enam bulan, dari periode 1 Mei s/d 31 Oktober 2015, telah terkumpul jumlah berita yang terkait dengan Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 5.109 berita,” papar dia.

Anugerah Media KLHK ini, lanjut Siti Nurbaya, diberikan berdasarkan jumlah berita yang dimuat pada media berturut-turut, seperti Kompas dengan 761 berita, Media Indonesia dengan 386 berita dan Bisnis Indonesia sebanyak 234 berita. “Karena kepeduliannya menulis Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tiga media ini kami Anugerahi Media KLHK,” ucapnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lanjut dia, juga memberikan penghargaan Anugerah Media KLHK dengan kategori khusus media yang mendukung langsung kebijakan KLHK, yang diraih oleh Detik.com serta media yang memberikan kritik konstruktif yang diraih oleh Majalah Tempo. “Dan kami juga memberikan penghargaan kepada Vincent Caesar Jansius Luhur sebagai pembuat logo ‘Ayo Ke Taman Nasional’,” (Arief Rahman Media)

LEAVE A REPLY