Menteri BUMN Terpikat Kembangkan Wisata Sumatra Barat

0
543
Kereta Wisata Melintas di Lembah Anai Sumbar (Foto: hendrypb.wordpress.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: TERNYATA, diam-diam Menteri BUMN Rini Soemarno terpikat dengan wisata Sumatera Barat (Sumbar). Memang tak bisa dipungkiri, Sumbar memiliki beraneka ragam wisata mulai wisata alam, budaya, kuliner, peninggalan sejarah, hingga wisata bahari. Sayangnya, hingga kini belum dikembangkan secara serius.

Kini, BUMN tengah mengkaji kemungkinan pengembangan kawasan pariwisata di Sumatra Barat. Salah satu BUMN, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki aset di wilayah itu, seperti jalur kereta api yang kini tidak aktif lagi dengan jurusan Padang Panjang-Bukit Tinggi.

“Kita lihat, apakah bisa reaktivasi. Kita kembangkan daerah sekitar situ dan disambung lagi ke Sawah Lunto. Kita punya area yang dikembangkan oleh Bukit Asam yang bisa dikembangkan untuk resor,” papar Menteri BUMN usai penandatangan perjanjian kerjasama Perusahaan BUMN untk mengembangkan pariwisyaa Indonesia. Acara itu di Gedung Kementerian BUMN, Jumat (12/2/2016).

Pengembangan kawasan Sumatra Barat, sambung menteri, merupakan salah satu contoh yang dapat dilakukan untuk pengembangan pariwisata Indonesia. Hal ini juga menindaklanjuti program Presiden Joko Widodo yang lebih peningkatan pariwisata Indonesia yang lebih baik, sehingga kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mengalami kenaikan.

Bebarapa BUMN telah mengelola sejumlah daerah wisata di Jawa dan Bali. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) mengelola sejumlah candi di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. BUMN lainnya, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) mengelola kawasan wisata di Nusa Dua di Bali dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

“Sementara wilayah Sumatra belum ada, sehingga kami pilih menangani Sumatra Barat lebih dulu. Dan ke depannya akan terus berkembang ke wilayah lainnya. Dan penandatangan kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pariwisata Indonesia,” lontarnya.

Saat ini Indonesia telah memiliki semua potensi infrastruktur sehingga hanya butuh pengembangan lebih lanjut secara serius. “Kita itu punya semua. Jadi harus kita kembangkan dengan sinergi ini,” tambahnya.

Direktur Utama PT Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said menambahkan sinergi BUMN bidang pariwisata ini merupakan salah satu upaya strategis bagi pengembangan potensi wisata Indonesia. Pasalnya, untuk mencapai target wisatawan sebesar 20 juta kunjungan pada 2019, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata.

“Transportasi dan akomodasi objek wisata sudah menjadi kebutuhan wisatawan. Kami melihat suatu kekuatan yang luas biasa untuk sinergi agar memperkuat produk berbasis teknologi. Sehingga kita bisa menjadi tuan rumah untuk negeri sendiri,” jelasnya.

Perjanjian kerjasama ini melibatkan tujuh perusahaan BUMN seperti PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), PT Hotel Indonesia Natour, PT Kereta Api Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Patra Jasa, dan PT Aero Wisata.

Pada perjanjian ini, disepakati sinergi hotel yang dikoordinasikan oleh PT Hotel Indonesia Natour yang bersinergi dengan PT Aero Wisata dan Patra Jasa. Dengan kerjasama ini, diharapkan dapat terwujud International Change pada bidang pariwisata di Indonesia. Selain itu, kita disepakati pembentukan task force yang merupakan pengembangan portal bersama dalam mendukung peningkatan industri kepariwisataan nasional. (endy)

LEAVE A REPLY