Menpar Tagih Keseriusan CEO Daerah Bangun Pariwisata

0
222
Istana Pagaruyung, Wisata Budaya Tanah datar butuh keseriusan datangkan wisatawan

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menagih komitmen para pemimpin daerah dalam membangun daerah berdasarkan pada pendekatan pariwisata. Komitmen gubernur, bupati, dan wali kota menentukan 50% kesuksesan daerah dalam membangun pariwisata.

“Bagaimana pemimpin daerahnya mulai dari gubernur, bupati, dan wali kota? Apakah mereka benar-benar serius dan konkret dalam membangun daerah dengan pendekatan pariwisata?” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id di Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Dengan komitmen para pemimpin daerah, sambung menteri, semua program dengan mudah berjalan dan begitu pun sebaliknya. Hal itu karena pemimpin daerah atau CEO memiliki kewenangan menentukan arah dan mengalokasikan sumber daya yang terdapat di daerah.

“Keseriusan CEO akan terlihat dari bagaimana pemda memprioritaskan sumber daya dan anggaran mereka di pariwisata. Contoh mudahnya adalah mengenai besaran anggaran untuk pariwisata dan apakah pemilihan kepala dinas pariwisata-nya sudah yang terbaik,” sebutnya.

Dicontohkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang mampu menjadikan pariwisata sebagai core business daerahnya. “Kita bisa lihat hasilnya sungguh luar biasa. Banyuwangi semula terkenal sebagai Kota Santet kini lebih dikenal karena pariwisatanya. Sulut juga, growth kedatangan wismannya sangat mengagumkan, terutama dari Tiongkok,” tegasnya.

Menurutnya, dengan keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pemimpin daerah dalam mengurus sektor pariwisata maka tidak mustahil target 20 juta wisman pada 2019 akan tercapai.

“Coba kalau gubernurnya lelet, tidak akan mungkin itu terjadi. Kalau menunggu CEO yang lelet, hanya akan membuang waktu dan capek. Lebih baik kita dukung CEO yang punya komitmen tinggi terhadap sektor pariwisata dan cepat kerjanya,” pungkasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY