Menpar: Pariwisata Babel Bagus, Sayang Toiletnya Kurang Bagus

0
263
Batu Garuda Belitung

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memuji potensi pariwsata Bangka Belitung (Babel) sangat bagus. Apalagi provinsi berjuluk Bumi Laskar Pelangi itu punya geopark yang sedang diusulkan agar masuk ke dalam daftar Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Sayangnya, toilet di kawasan wisata Babel kurang bagus. Padahal, keberadaan toilet itu sangat penting, sangat dibutuhkan wisatawan. Saat ingin ke toilet namun kondisinya jorok, kotor dan tidak layak, jelas sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan. Juga menimbulkan kesan tidak baik hanya karena fasilitas umum yang tidak berfungsi dengan baik,” lontar Menpar saat peluncuran Toboali City On Fire Season II 2017 di gedung Kemenpar Jakarta, Rabu malam.

Menteri Arief sempat menceritakan saat Sekretaris Jendral Geopark Global Network (GGN) UNESCO, Guy Martini bersama Timnya mengunjungi beberapa destinasi kawasan geopark Belitung selama 5 hari memuji keragaman dan keindahan yang dimiliki oleh geopark Belitong.

Mereka meninjau berbagai lokasi geopark dan wisata di Kabupaten Beltim, seperti Open fit, stoven fit, Bukit Pangkuan di Kecamatan Kelapa Kampit, Pantai Burung Mandi Kecamatan Damar, Museum Kata Kecamatan Gantung, dan Pantai Punai di Kecamatan Simpang Pesak.

“Saya meyakini Belitong bisa menembus daftar UNESCO Global Geoparks. Sebab, Belitong punya modal besar untuk itu. Ada Pantai Tanjung Tinggi yang sangat memesona. Pantai yang diapit semenanjung Tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam itu sudah mengantongi predikat bergengsi. Pantai Tanjung Tinggi masuk dalam jajaran tujuh pantai terindah di dunia versi Majalah Vogue,” jelasnya.

Soal aksebilitas, Belitong juga bakal semakin mudah dijangkau melalui udara. Rencananya, Bandara HAS. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, menjadi bandara internasional. Sehingga akan banyak penerbangan internasional di antaranya dari Tiongkok sebagai pasar utama, tutur Menpar Arief Yahya.

Selain itu, percepatan pembangunan KEK Tanjung Kelayang sebagai destinasi prioritas yang akan menjadi “Bali Baru” terus dilakukan terutama pada unsur 3A, di antaranya konektivitas udara (air connectivity) untuk membuka pasar utama. “Juga teman-teman Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR), sudah mengembangkan Tanjung Kelayang selama setahun ini. Saya salut dengan kecepatan konsorsium BMSR yang cepat,” ucapnya.

Terbukti, tambah menteri, begitu Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 tentang KEK Tanjung Kelayang diteken Presiden Joko Widodo pada 18 Maret 2016, pada 2 September 2016 sudah ada groundbreaking, sudah bekerja cepat. “Nah, jangan sampai kerja keras itu, terganjal dengan kondisi toilet yang belum memadai,” sambungnya

Untuk itu, Menteri Arief meminta kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Babel maupun Pemerintah daerah segera membangun toilet. “Jika saya hitung dibutuhkan 20 toilet di beberapa destinasi wisata di Babel. Dari jumlah itu yang sangat mendesak harus dibangun sebanyak delapan toilet dulu. Untuk membangun toilet yang bagus, bisa dilakukan urunan dari PHRI, Asita dan pemda saya yakin bisa terwujud,” ungkapnya. (ndik)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.