Menpar: Event Pariwisata Bengkulu Kurang Banyak

0
44
Menpar Arief Yahya saat me-launching Calendar of Events (CoE) Pariwisata Bengkulu 2018

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi Pemerintah Bengkulu atas penyusunan Calender of Event 2018 Bengkulu. Sayangnya, Menpar sempat menyebut jumlah event di Bengkulu masih kurang banyak.

“14 event itu kurang banyak. Satu tahun saja kan ada 52 minggu. Solo itu 58 event, artinya setiap minggu di Solo pasti ada event. Juga di Banyuwangi, kota dengan festival dengan terbaik punya 78 event. Ini yang harus menjadi perhatian Bengkulu,” papar Menpar dalam sambutannya saat me-launching Calendar of Events (CoE) Pariwisata Bengkulu 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta Kemenpar, Kamis (7/12/2017).

Dilanjutkan, dengan diluncurkannya CoE Pariwisata Bengkulu 2018 ini, dapat mendukung CoE Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 dengan menetapkan 100 premier event guna mencapai target pariwisata 2018 mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman)  dan 270 juta pergerakan wisatawana nusantara (wisnus)  di Tanah Air.

Dari 100 event CoE WI 2018, sambung dia, untuk event tingkat nasional ada yang mewakili dari Provinsi Bengkulu. Pilihannya ada tiga event yakni Festival Tabot, Festival Bumi Rafflesia dan Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu. “Untuk pemilihan 100 premier event CoE WI 2018 dilakukan tim curator, dipilih Festival Tabot masuk dalam 100 event Nasional,” ucapnya yang disambut tepuk tangan.

Dipilihnya Festival Tabot karena event ini sudah berlangsung lama dan digelar secara rutin setiap tahun di Bengkulu serta banyak mendatangkan wisatawan. “Kami juga setuju usulan PLT Gubernur Bengkulu agar Bandara Bengkulu menjadi Bandara Internasional. Dengan status bandara internasional maka pasti ada kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara. Ini sudah saya buktikan di Bandara Silangit,”.

Menpar sempat menanyakan sejauh mana proposal menjadi Bandara internasional diajukan ke Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN. “Kami siap membantu agar Bengkulu cepat menjadi bandara internasional. Kami minta foto copy surat pengajuan biar kami yang ikut membantu mengurusnya sehingga 2018 peningkatan status bisa tercapai,” ungkapnya.

Selain itu agar cepat terealisasi menjadi bandara internasional, lanjut menteri, Pemprov Bengkulu harus memnyediakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan ekonomi untuk meningkatkan investasi. “Saya tahu ini akan susah mendapatkannya, namun saya punya solusi dekati untuk diajak kerjasama, seperti Pelindo atau Inhutani di Bengkulu. Karena mereka itu yang punya tanah seluas 3.000 hektar untuk pembangunan KEK,” saran Menpar.

Menpar juga menyarankan agar Bandara Bengkulu bisa dipakai hub, untuk transit sehingga ada pergerakan ekonomi. Dan ini suda dibuktikan di lima bandara di dunia antara lain Singapura, Hong Kong, Dubai. “Dengan hub maka penumpang pesawat saat menunggu pasti jalan-jalan di seputar bandara untuk minum, makan, beli souvenir dan lainnya. Nah ini harus diterapkan di Bandara Bengkulu,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan peluncuran CoE Pariwisata Bengkulu 2018 sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata serta menarik kunjungan wisatawan ke Bengkulu. Sekaligus meningkatkan citra Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terus berbenah diri dalam menggiatkan sektor pariwisata sebagai program prioritas dalam Visit 2020 Wonderful Bengkulu.

“Calendar of Events (CoE) Pariwisata Bengkulu 2018 ini bagian dari upaya mempromosikan Bengkulu yang ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata unggulan, “Berbagai usaha promosi terus kita lakukan untuk mengenalkan Provinsi Bengkulu baik di tingkat nasional maupun mancanegara,” kata Rohidin Mersyah.

Diakui, agenda wisata yang akan digelar sepanjang tahun 2018  terdiri 14 event unggulan (7 event alam; 2 event buatan, 3 event budaya, dan 2 event bahari) diantaranya 3 festival budaya sebagai top3 yaitu; Festival Tabot, Festival Pesisir Pasir Panjang, dan Festival Bumi Raflesia. “Tiga festival ini sebagai top 3 dan menjadi andalan dalam mendatangkan wisatawan.

Festival Tabot diperkirakan dapat mendatangkan 75 ribu wisatawan, sedangkan Festival Pesisir Pasir Panjang dan Festival Bumi Raflesia masing-masing 30 ribu dan 10 ribu wisatawan, sambungnya.

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Bengkulu mengalami trend meningkat. Tahun 2016 jumlah kunjungan wisman ke Bengkulu sebanyak 848 wisatawan dan wisnus mencapai 491.993 wisatawan.

Sebanyak 14 event dalam CoE Pariwisata Bengkulu 2018 yakni; Bencoolen Tabut Festival (11-21 September); Festival Bumi Rafflesia (Juli). Festival Pesisir Pantai Panjang Bengkulu (November), Mountain Valley (3-9 September 2018), Arung Jeram Sungai Manna ( Agustus), Rally Rakit Tradisional (Juli 2018),

Juga Pesona Budaya Bumi Ratu Samban ( Maret 2018), Enggano Fiesta ( Juni 2018), Festival Bukit Barisan (September 2018), Rejang Lebong Trial Adventure ( Maret 2018), Festival Band se- Sumatera ( Juni 2018), Festival Truly Rafflesia (Juli), Bukit Kandis Cross Country Festival (Oktober), dan Karnaval Batik Besurek. (NDIK)

LEAVE A REPLY