Menpar Arief Yahya Minta Astindo Fair 2018 Fasilitasi Pertemuan B to B

0
342

Elly Hutabarat, Ketum Astindo ( kedua dari kanan) bersama Menpar Arief Yahya sepakat fasilitasi pertemuan B to B di Astindo Fair tahun depan. ( foto: HAS)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya tantang Ketua Umum Astindo, Elly Hutabarat dan pelaku industri wisata lainnya untuk galakkan inbound tour sehingga mendorong kunjungan wisman ke Indonesia bukan sebaliknya.

Berbicara saat berkerkeliling arena Pameran wisata Astindo Fair 2017 di Jakarta Convention Center usai pembukaan, kemarin, Menpar mengatakan bahwa cara menjaring inbound atau menarik kunjungan wisman ke Indonesia adalah dengan mengadakan area khusus Astindo Fair untuk mempertemukan para pelaku bisnis dalam dan luar negri lewat konsep Business to Business ( B to B).

“Jadi peserta Astindo Fair dari mancanegara bisa langsung membuat komitmen dengan pelaku pariwisata di tanah air untuk mendatangkan wisman dan mempromosikan paket wisata Indonesia di luar negri lewat kontrak B to B yang disepakati ,” ungkapnya.

Saat ini ( 2017) Pemerintah mentargetkan kunjungan 15 juta wisman ke Indonesia dan sedikitnya 20 juta wisman pada 2019. Oleh karena itu ajang pameran Astindo Fair tahun 2018 agar diperluas dengan area B to B sehingga menjadi sebuah pameran akbar yang mempertemukan pelaku bisnis dengan pelaku bisnis serta juga langsung melayani konsumen menjadi B to B dan B to C.

“ Untuk itu ada area khusus dan tentunya penambahan luas lahan pameran agar para pelaku di hari pertama misalnya bisa melakukan B to B atau di hari berikutnya melakukan pameran B to C ,” tambah Arif Yahya.

Ketua Umum Astindo, Elly Hutabarat sambut baik tantangan menyelenggarakan B to B itu pada Maret 2018. Pihaknya akan menyelenggarakan Astindo Fair ke 8 dengan lahan yang lebih luas. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke 7 dimana luas lahan pameran juga sudah dua kali lipat dari tahun lalu.

“ Saat ini konsepnya business to consumer ( B to C) dan luas lahan 11.463 meter persegi. Target pengunjung 150 ribu orang selama 3 hari dan target transaksi Rp 200 miliar. Jika dilengkapi dengan area business to business ( B to B) kita harus perluas lagi,” jelas Elly Hutabarat.

Dia optimistis dapat mewujudkan apalagi anggota dari Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia atau disebut The Association of Air Ticketing Companies in Indonesia ini memang para travel agent atau pelaku pariwisata yang menjual paket wisata.

“ Di ajang Astindo Fair ini kami juga sosialisasikan nama organisasi yang telah kami sepakati di koreksi kepanjangan namanya menjadi Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo),” ungkapnya

Di arena Astindo Fair juga tersedia area Pesona Indonesia yang diisi oleh anggota Astindo dan pemerintah daerah untuk mempromosikan daerah tujuan wisata di tanah air terutama 10 destinasi unggulan sehingga pengunjung dapat merencanakan liburan bersama kekuarga ataupun komunitasnya ke berbagai daerah di luar Bali.

Menpar Arif Yahya mengatakan pergerakan wisatawan domestik ( wisnus) mencapai 267juta, wisman 12 juta dan jumlah turis Indonesia ke mancanegara atau disebut wisatawan nasional ( wisnas) yang setiap tahun berwisata ke luar negri capai 8 juta orang/ tahun.

“ B to B akan lebih mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kita harapkan banyaknya wisman yang datang juga menantang wisatawan domestik untuk mengunjungi obyek wisata di tanah airnya,” kata Menpar.

Dia menambahkan dalam menjaring wisatawan domestik atau disebut wisatawan nusantara maka para pelaku pariwisata perlu memperhatikan low season dari 3 unsur yaitu transportasi ( akses), akomodasi dan atraksi.

“Saat low season saling berkomunikasi dan para pelaku industri wisata buat paket menarik sehingga harga menjadi terjangkau dan masyarakat lebih mampu berwisata ke berbagai daerah,” kata Menpar. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.