Menpar Arief Yahya: Bubarin Taman Rekreasi Jika Tak Mampu Datangkan Wisman

0
421
Taman Rekreasi di Indonesia miskin kunjungan turis asing

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya prihatin dengan banyaknya Taman Rekreasi Indonesia, ternyata tak mampu mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dalam jumlah yang besar. Terbukti tahun 2015, jumlah turis asing yang datang sangat rendah, tidak sampai 100.000 wisman. Taman Rekreasi Indonesia selama ini hanya puas dengan kunjungan wisatawan nusantara (wisman) dan kurang lihay untuk mendatangkan pelancong asing.

“Saya menantang Taman Rekreasi Indonesia, saya kasih tugas hingga empat tahun ke depan yakni 2019 harus bisa mendatangkan 200.000 wisman atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau enggak menemui target sebanyak itu, bubarin saja Taman Rekreasi di Indonesia,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melakukan pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Pimpinan Pusat Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPP PUTRI) di Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata di Jakarta, Kamis (30/06/2016).

Diakuinya, jumlah wisatawan mancanegara ke Taman Rekreasi di Indonesia hasilnya cukup menyedihkan. “Data yang saya dapatkan jumlahnya kurang dari satu persen yakni hanya 60 persen atau sebatas 0,6 persen. Jadi dari berbagai obyek wisata ini ukurannya masih dibawah dan perlu digenjot lain agar Taman Rekreasi di Indonesia bisa dikunjungi wisman. Ini tugas utama kita,” paparnya.

Menpar membandingkan dengan taman rekreasi di negara lain. Ada lim top kunjungan terbesar di dunia. Pertama, Walt Disney di USA mampu menggaet 20 juta wisman, disusul Disneyland 18 juta wisman, Tokyo Disney 16 juta turis asing, Universal Studio 14 juta pelancong asing dan Disney Sea juga 14 juta wisatawan asing. “Kenapa teman rekreasi itu banyak dikunjungi wisatawan asing karena ikon taman itu sangat kuat, namanya sudah mendunia,” ungkapnya.

Sekarang, lanjut menteri, bandingan dengan big nama Taman Rekreasi di Indonesia. Taman Impian Jaya Ancol dikunjungi 16 juta orang, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 5 juta orang, Taman Margasatwa Ragunan 1 juta orang, Taman Bunga Nusantara 800.000 orang dan Taman Mekarsari 200.000 orang. “Mereka yang berkunjung itu semua wisatawan nusantara (wisnus) sementara wisatawan mancanegara sangat menyedihkan, kecil sekali. Saya malu menyebutnya, namun inlah kondisinya bahwa Taman Rekreasi di Indonesia tak bisa menggaet turis asing,” tandas Menteri serius.

Dilanjutkan, agaknya Taman rekreasi di Indonesia sudah seneng dengan devisa yang dihasilkan dari wisatawan nusantara. Padahal, jika berhasil mengundang turis asing ke Taman Rekreasi di Indonesia maka impactnya jauh lebih tinggi dibandingkan wisatawan nusantara. Mengingat devisa yang dihasilkan juga besar, uang yang masuk itu langsung dari kantong turis yang dibelanjakan di Indonesia. “Nah ini menjadi tugas utama bagi pengelola Taman Rekreasi di Indonesia untuk kerja keras, kerja cerdas agar wisman bisa tertarik datang ke Indonesia,” pinta menpar.

Karena itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta PUTRI yang mempunyai kepengurusan baru dari semua taman rekreasi yang ada di Indonesia hendaknya bisa memajukan, mempromosikan dan mengembangkan taman rekreasi dunia untuk mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

“Begini ya, bagaimana pemerintah pusat bisa membantu PUTRI jika tak mampu mendatangkan wisatawan mancanegara. Saya contohkan, wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang kini tertinggal dengan negara lain terkait dengan bidding dengan negara lain. Karena industri MICE di Indonesia melakukan bidding atas nama perusahaan bukan negara sehingga selalu kalah. Nah kami ubah strategi sekarang bidding atas nama negara dan diberi modal 10 juta dolar AS, dengan harapan harus bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dengan jumlah yang lebih banyak bisa datang ke Indonesia,” ungkapnya.

Ketua DPP PUTRI Bambang Soetanto mengaku akan bekerja keras untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara yang diinginkan Arief Yahya. “Tantangan berat tapi perencanaan harus dibuat bagus, promosi harus dikuatkan. Bergantung pada objek wisata seperti lahan, visi dan misinya,” tutupnya.

Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) adalah wadah perjuangan kepentingan bersama para pengelola usaha taman rekreasi di Indonesia. Peran PUTRI adalah memajukan dan mengembangkan industri kepariwisataan untuk kesejahteraan masyarakat. PUTRI didirikan pada 10 November 1977 oleh sekelompok pimpinan objek wisata di Jakarta.

PUTRI pertama kali diprakasai oleh taman-taman rekreasi dan tempat wisata di Indonesia, yang turut didukung Kadin (Kamar Dagang Indonesia). Kini di bawah PUTRI, semua taman rekreasi pun akan bersatu untuk bersama-sama mengelola dan berpromosi. (endy)

LEAVE A REPLY