Menko Luhut: Target Kunjungan 20 Juta Turis Optimis Tercapai

0
188
Turis asing ikut perang pandan di Bali (Foto: Liputan6.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan optimistis target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 2019, bisa tercapai. Keyakinan ini diperkuat dengan berbagai pengakuan positif dan prestasi dari dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia.

Buktinya, Standard & Poors menaikkan rating Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Ini menunjukkan iklim investasi di Tanah Air sangat baik dan peluang ini sudah dimanfaatkan investor. “Kita harus bangga sebagai warga Indonesia, tapi juga jangan besar kepala. Buat saya ini pencapaian luar biasa,” sahut Luhut dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Luhut berpandangan, dengan indeks kepercayaan publik (public trust) yang tinggi kepada pemerintah, berdasarkan hasil riset Gallup serta kenaikan rating investment grade, akan menciptakan imej positif terhadap Indonesia.

Salah satunya pariwisata, baik dari investasi infrastruktur pariwisata, jumlah kunjungan, lama kunjungan, sampai jumlah uang yang dikeluarkan wisatawan. “Target kunjungan 20 juta wisatawan bukan hal yang mustahil dan bisa tercapai lebih cepat bila trennya terus seperti ini,” tutur Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu.

Bagi Luhut yang terpenting pengelolaan tempat wisata. Contohnya seperti di Jawa Tengah, Yogyakarta perlu dikelola dengan lebih efisien. Karena itulah Badan Otorita Pariwisata dibentuk. “Pariwisatanya sangat bisa dijual di sini. Budaya juga sangat penting, serta partisipasi masyarakat. Semua ini harus terintegrasi. Ini harus diperhatikan bersama,” lontarnya.

Menko Luhut angkat bicara mengenai pernyataan Gubernur D.I. Yogyakarta menolak pembangunan jalan tol. Pemerintah pusat sangat memahami kekhawatiran Gubernur bila penduduk setempat tidak dapat menikmati hasil pembangunan.

“Ini juga harus kita perhatikan, kita tidak mau justru masyarakat setempat tidak menikmati pembangunan. Terkait rencana jalan tol masih akan dilakukan studi oleh World Bank dan UGM. Harapannya hasil studinya dapat menjelaskan apa yang terbaik khususnya untuk Yogyakarta dan Jawa Tengah,” harapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY