Meningkatkan Toleransi Lewat Gerakan Cinta Pancasila

0
760
Pertunjukan tari Saman oleh Siswi SMA 29 yang menggambarkan kekompakan, keharmonisan dan kebersamaan. (Foto. evi)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pengaruh kehidupan moderen dalam era globalisasi yang begitu pesat membuat interaksi dan komunikasi lebih terbuka sehingga banyak sisi positif dan negatif yang diadopsi generasi penerus bangsa.

“Sisi positif yang bisa diserap dari kemajuan teknologi yakni wawasan intelektual dan intelegensia untuk dapat bersaing di dunia global, namun sisi negatifnya kami melihat ada kecenderungan melunturnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ujar Emma Holiza dari Diatama Communications pada jumpa pers Gerakan Cinta Pancasila, di SMAN 29, Jakarta Selatan, Senin (16/3/15.)

Menurutnya kekerasan dan tawuran sering terjadi, maka itu sudah saatnya Gerakan Cinta Pancasila (GCP) dicanangkan.

“Gerakan Cinta Pancasila merupakan gerakan perubahan besar yang kami cetuskan dan mendapat dukungan dari Kemdikbud, Disdik DKI, Mabes Polri, dan Klinik Pancasila,” jelas Emma yang juga penggagas dari GCP.

Ia mengatakan, “Gerakan ini memiliki pesan untuk mengembalikan nilai-nilai toleransi yang terkandung dalam lima sila Pancasila dengan pendekatan dan bahasa yang mudah dipahami anak muda”.

Pendekatan yang dilakukan melalui pendekatan langsung, kompetisi, dan sikap toleransi. “Kami menargetkan GCP bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Jumpa Pers Gerakan Cinta Pancasila di SMA 29 Jakarta.
Jumpa Pers Gerakan Cinta Pancasila di SMA 29 Jakarta.

Tahap awal, dipilih 50 sekolah yang harus ikut berpartisipasi dan menjadi contoh bagi daerah lain. Dilanjutkan pada tahap kedua tahun ini, sekolah yang tersebar di Bandung dan Banten.

”Tahun depan baru berlanjut ke Surabaya untuk semester pertama, serta Yogyakarta dan Semarang untuk semester kedua pada 2016,” terang Emma.

Melalui GCP, generasi muda Indonesia bisa menjadikan Pancasila sebagai pedoman yang kerja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga, negeri ini bisa hidup rukun, terhindar konflik dan gotong royong.

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur Klinik Pancasila Dodi Susanto, Kasubdit Bin Polmas Ditbinmas Baharkam Polri, Kombes (Pol) M Elia WM, dan Ketua Tim Dewan Juri Kompetisi Cinta Pancasila Rieka Roslan.

“Melalui gerakan ini akan disosialisasikan kepada generasi muda mengenai pentingnya berketuhanan Yang Maha Esa, menciptakan anak yang ramah, mengutamakan persatuan, mengedepankan musyawarah mufakat untuk salah satu energi kebangsaan, dan mencegah eksploitasi sumber daya alam,” tambah Dodi Susanto.

Sementara mantan personel The Groove, Rieka Roslan mengatakan, “Pancasila itu filter agar kita tetap menjadi diri sendiri. Saya prihatin dengan minimnya lagu-lagu yang membangkitkan nasionalisme”.

“Kita tidak hanya kekurangan lagu anak-anak, tetapi juga lagu-lagu yang membangkitkan nasionalisme,” ungkapnya.

Rieka pun berjanji akan menulis lagu untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada Pancasila. (evi)

LEAVE A REPLY