Menhub: Lion Air Wajib Tingkatkan Standar Keselamatan Konsumen

0
234
Lion kembali Tergelincir (ilustrasi)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hari ini memanggil manajemen maskapai Lion Air untuk memberikan klarifikasi terhadap dua hal, yaitu tingkat pelayanan yang makin menurun, dengan indikasi sering terjadinya keterlambatan dan komitmen terhadap pemenuhan ketentuan tentang keselamatan dan keamanan penerbangan, dengan adanya ceceran avtur dari sayap pesawat Lion Air di Bandar Udara Juanda Surabaya.

“Terkait dengan pemenuhan dua hal tersebut, saya minta Lion Air dapat memenuhi standar pelayanan penumpang dan meningkatkan pemenuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan,” kata Budi Karya, di Jakarta, Senin (3/4).

Terkait insiden tumpahnya avtur pesawat Lion Air di Bandar Udara Juanda Surabaya, dia meminta Ditjen Perhubungan Udara untuk melakukan investigasi. “Saya minta kepada Dirjen Perhubungan Udara untuk lakukan investigasi, apakah ini hanya terjadi pada maskapai Lion Air, ataukah terjadi juga pada jenis pesawat serupa pada maskapai yang lain,” katanya.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menegaskan komitmen jajaran Ditjen Perhubungan Udara untuk tidak memberi toleransi terhadap hal-hal yang mengganggu keselamatan penerbangan. Untuk itu, Lion Air diminta menata ulang indeks perbandingan set aircrew dengan pesawat, yaitu minimal 1:3,5, harus menambah pesawat cadangan (standby) untuk menggantikan pesawat yang rusak,

Juga membuat manajemen aircrew yang lebih baik sehingga jadwal rotasi kru pesawat tidak melampaui jam kerja dan kru pesawat sudah siap saat penumpang mulai masuk pesawat dan menyediakan unit customer care pada setiap bandara untuk menanmpung keluhan penumpang Lion Air Yang mengalami masalah dalam penerbangannya.

Kemudian, Lion Air diberikan waktu tenggat dua bulan untuk menyelesaikan komitmennya. “Selama 2 bulan kami akan mengawasi dengan ketat. Jika tidak terlaksana akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” jelas Agus.

Managing Director Lion Group Daniel Putut menambahkan pihaknya juga berkomitmen manaikkan indeks perbandingan set aircrew menjadi 1:5. Juga akan menambahkan pesawat cadangan dan menyiapkan pesawat wide body A330-200 dan B747-400 di beberapa kota yang banyak penerbangan Lion Air.

Lion juga akan meningkatkan frekuensi investigasi, komunikasi dan koordinasi dengan pabrikan pesawat dari satu bulan menjadi satu minggu sekali. Sedangkan terkait pelayanan penumpang, manajemen Lion menyatakan akan memperbaiki unit customer care sesuai PM 89 tahun 2015. Serta akan membuat unit tim pengaduan di setiap bandara. “Kami akan melakukan investigasi internal, khususnya yang terkait keselamatan dan keamanan penerbangan,” pungkas Daniel. (*/MDO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.