Menelusuri Peninggalan Sejarah Sultan di Taman Air Gua Sunyaragi

0
2261
Sekilas biasa saja namun ketika sudah masuk ke dalam gua-gua yang ada di Taman Air Gua Sunyaragi ini menjadi menarik untuk diketahui sejarahnya. (Foto. evi)

CIREBON, Bisniswisata.co.id: Sehari setelah mengikuti acara Panjang Jimat Maulid Nabi di Bangsal Prabayaksi Keraton Kasepuhan Cirebon, obyek wisata Taman Air Gua Sunyaragi menjadi bagian yang dikunjungi Bisniswisata.co.id.

Memasuki area tersebut tampak terlihat lengang, tak banyak pengunjung yang datang, mengingat hari dimana saat berkunjung merupakan hari terakhir masa liburan sekolah dan berakhirnya perayaan maulud di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Selama liburan kemarin dan akhir pekan tempat ini ramai dikunjungi wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Taman Air Gua Sunyaragi merupakan salah satu obyek wisata sejarah dan budaya yang terkenal di Kota Cirebon,” ujar pemandu wisata, Elang Adi Utama mengawali pembicaraan di Gua Sunyaragi, Cirebon, Minggu (4/1/15).

Gedung Pesanggarahan yang dibangun sejak 1884 baru saja direvitalisasi. (Foto.evi)
Gedung Pesanggarahan yang dibangun sejak 1884 baru saja direvitalisasi. (Foto.evi)

Gua Sunyaragi yang terletak 3 Km arah barat dari Keraton Kasepuhan merupakan destinasi wisata yang dalam waktu dekat juga akan menggunakan sistem E-Ticketing. Saat ini untuk masuk ke Gua Sunyaragi, pengunjung dikenai biaya Rp5.000 untuk anak-anak, Rp8.000 dewasa, dan Rp10.000 bagi wisatawan asing.

Elang Adi mengatakan, “Gua Sunyaragi dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektar pada 1703 M oleh Pangeran Kararangen (cicit dari Sunan Gunung Jati) sebagai tempat menyepi dan itikaf mendekatkan diri kepada Tuhan”.

Gua Kelanggengan
Gua Kelanggengan

Pada zaman perjuangan, menurut Elang tempat ini pernah menjadi tempat persembunyian para pejuang dan penyimpanan senjata.
Dari pantauan yang terlihat sekilas tempat ini tampak biasa saja, namun ketika sudah memasuki gua satu ke gua yang lainnya, tempat ini memiliki keindahan, kekunoan dari situs, serta cerita bersejarah yang menarik untuk diketahui.

Sejak dibuka sebagai objek wisata budaya dan sejarah pada tahun 1980-an, kompleks Gua Sunyaragi yang berada tepatnya di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon ini memang menjadi tempat wisata unggulan di Kota Cirebon.

Elang Adi dengan latar belakang Kompleks Gua Peteng. (Foto.evi)
Elang Adi dengan latar belakang Kompleks Gua Peteng. (Foto.evi)

“Dinamai Taman Air Gua Sunyaragi karena dibangun di tepi sebelah timur Segaran (danau) yang disebut Segaran Jati, karena banyak ditumbuhi pohon jati, airnya mengalir ke komplek taman, dan pesanggrahan yang berbentuk gua,” ujarnya.

Gua Sunyaragi sendiri menurutnya berasal dari kata sunyi yang artinya sepi, dan ragi dari kata raga (badan), yang jika diartikan Gua Penyepihing Raga atau tempat pengasingan raga (tempat bertapa).

“Pengunjung yang datang kesini paling ramai Sabtu dan Minggu juga pada saat hari besar atau liburan sekolah. Bisa mencapai puluhan ribu orang yang datang kesini pertahunnya, dan paling banyak pengunjung dari Jakarta,” ungkapnya.

Sistem pengelolaan yang sudah semakin baik, ditambah kebersihannya yang terjaga, membuat pengunjung betah berlama-lama di Gua Sunyaragi.

Podium untuk pentunjukkan sendratari. (Foto. evi)
Podium untuk pentunjukkan sendratari. (Foto. evi)

“Kami berharap jumlah pengunjung terus meningkat dan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Elang Adi mengakhiri pembicaraan.

Berikut gua dan bangunan yang berada di Taman Air Gua Sunyaragi, yang diceritakan Elang Adi kepada Bisniswisata.co.id:

1. Bangunan Pesanggrahan.
Bangunan Pesanggrahan meupakan bangunan tambahan yang didirikan pada 1884 oleh Ratu Adimah ibunda Sultan Sepuh X. Dahulu menurutnya bangunan tersebut sebagai tempat meluangkan waktu keluarga keraton, sekarang berfungsi sebagai kantor Pengelola Taman Air Gua Sunyaragi, museum, dan tempat penjualan tiket tanda masuk.

2. Gua Pengawal. Merupakan tempat berkumpul dan beristirahat para pengiring Sultan.

3. Gua Pande Kemasan. Fungsi di gua ini untuk membuat senjata tajam seperti keris, tombak, pedang, dan perabotan rumah tangga dari logam.

4. Gua Simanyang, sebagai pos keamanan atau pos jaga.

5. Bangsal Jinem, yang artinya ucapan yang mengandung sanjungan atau pujian. Merupakan tempat Sultan memberi pengarahan dan menyaksikan pelatihan perang atau beladiri bagi prajurit yang akan berperang. Berbentuk podium menghadap lapangan, letaknya di atas.

6. Mande Beling, berbentuk bangunan joglo dan disekeliling bangunanannya terdapat pecahan tempelan beling piring, digunakan sebagai tempat untuk duduk istirahat (santai) Sultan pada waktu berkunjung ke Gua Sunyaragi.

7. Komplek Gua Peteng. Di depan gua ini tampak terlihat seperti kolam. Persis di depan pintu gua ini terdapat patung batu Perawan Sunti. Bagi pengunjung yang belum menikah sebaiknya tidak menyentuh patung ini, konon bila menyentuhnya menurut kepercayaan sebagian orang akan susah jodoh. Gua ini sangat gelap dibanding gua yang lainnya. Beberapa bangunan yang ada di Gua Peteng, antara lain; Ruang Panembahan, Kamar Kaputran, Ruangan Patung Putri China, Menara Pengawas/Cungkup Puncit.

8. Bale Kembang, pada waktu tertentu tempat ini untuk menyembunyikan gamelan.

9. Gua Arga Jumut (tempat jamuan), berkumpulnya orang-orang penting dari keraton setelah berperahu di danau segaran jati.

10. Gua Padang Ati, memiliki fungsi untuk menyepi atau inspirasi. Di gua ini dua tahun yang lalu pernah menurut Elang Adi ada wisman dari Malaysia yang mencoba menyepi satu dua malam di gua ini dan satu malam di Gua Arga Jumut.

11. Gua Kelanggengan, di gua ini terdapat pohon lengkeng atau leci yang berumur ratusan tahun, kulit dari pohon ini hampir menyerupai batu gua. Disamping pohon terdapat monument pekuburan China dan patung Garuda dililit ular. “Di gua ini pernah ada seorang pria yang bangkrut usahanya dan istrinya minta cerai, dia mencoba bersemedi di gua ini. Saya larang untuk pindah dia tidak mau, akhirnya belum ada semalam bahkan hanya dalam hitungan tiga belas menit dia keluar dan menemui saya untuk tidak jadi bersemedi. Katanya di gua tersebut dia seperti di kejar air padahal gua itu kering,” ujar Elang Adi.

12. Gua Lawa, di gua ini dulunya banyak kelelawar.

13. Gua Pawon, yang artinya dapur. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan atau mempersiapkan makanan bagi Sultan dan keluarganya ketika berkunjung atau berekreasi.

14. Panggug Sendratari, bangunan baru yang dibangun untuk pertunjukan seni budaya. (evi)

LEAVE A REPLY