Mendesak, Penambahan Pemandu wisata Berbahasa Mandarin

0
59
Wisatawan China di Monas Jakarta

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian mendesak pemerintah Indonesia menambah pemandu wisata berbahasa Mandarin mengingat kunjungan wisatawan mancanegara asal Cina terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya.

“Kita juga menginginkan penambahan petunjuk atau keterangan tempat wisata menggunakan Bahasa Mandarin, pemandu wisata yang mampu menguasai bahasa tersebut dan peningkatan fasilitas,” ujar Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian seperti dilansir laman Antara Rabu (18/4/2018).

Selain itu, Dubes Xiao Qian meminta pemerintah untuk menghadirkan lebih banyak restoran yang menyediakan masakan Tiongkok di tempat-tempat wisata di Indonesia. “Meskipun wisatawan Tiongkok menyukai masakan Indonesia, mereka juga kangen akan masakan asal negara mereka,” ujar dia.

Selama 2017, jumlah wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia mencapai 2,06 juta orang. “Kalau Gunung Agung tidak meletus, jumlah turis Tiongkok akan meningkat,” kata dia.

Bali merupakan destinasi pariwisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asal Tiongkok. “Bali paling banyak dikunjungi karena daerah tersebut menawarkan seni budaya, musik dan kuliner yang khas,” ujar dia.

Pemerintah juga perlu lebih giat membangun infrastruktur yang memadai seperti jalan, jalan tol, listrik, dan air. Itu semua demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung. “Begitupun dengan fasilitas pendukung seperti agen perjalanan, akomodasi, jadwal penerbangan dan lainnya,” kata dia.

Selain itu, Dubes Xiao Qian mendorong wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi 10 destinasi wisata baru yang dikenalkan oleh Presiden Joko Widodo. Kesepuluh destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. (NDY)

LEAVE A REPLY