Mencicipi Mie Koba Berkuah Ikan Di Bangka

0
126

PANGKAL PINANG, Babel, bisniswisata.co.id: Jalan-jalan ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung, kurang afdol kalau belum mencicipi Mie Koba, kuliner khas di provinsi dengan julukan bumi Laskar Pelangi ini.

Hal itulah yang pertama dilakukan komunitas Ring Satu. Komunitas yang terdiri dari pensiunan wartawan senior sekaligus para pendiri Harian Ekomomi Bisnis Indonesia begitu tiba di ibukota Provinsi Bangka Belitung ini langsung mencicipi Mie Koba.

Melewatkan week-end dan  berwisata bersama ke Bangka dan Belitung menjadi pilihan komunitas ini untuk menikmati silaturahim sambil berwisata selama 4 hari 3 malam di provinsi yang banyak memiliki obyek wisata baru dan keindahan alam yang indah.

Warung Mie Koba di Jl Balai banyak dikunjungi wisatawan nusantara ( foto Bundayoely)

Tak heran wisata kuliner menjadi daftar utama dengan menyantap makanan khas mie  yang namanya diambil dari salah satu Kabupaten di Bangka Tengah ini menawarkan rasa yang nikmat dan gurih dengan kuah ikan tenggiri yang khas. Satu porsi mie Koba berisi mie, telur, taoge, seledri, dan bawang goreng. Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan kuah yang dibuat dari ikan tenggiri.

Tambahan lain yang membuat rasa Mie Koba semakin bertambah nikmat adalah perasan jeruk kunci. Air perasan jeruk yang bentuknya mirip dengan jeruk nipis ini memberikan kekhasan rasa dan aroma pada mie koba.

Satu porsi mie Koba dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk satu porsi mie yang tidak pakai telur, dijual dengan harga Rp12.000. Jika Anda ingin menambahkan telur dalam sajian mie, harus merogoh kocek sebesar Rp15.000.

Mie Koba bisa ditemui di beberapa daerah di Kota Bangka. Salah satu tempat yang terkenal menjual mie Koba terletak di Jalan Balai, Pangkalpinang. Di kedai ini, dalam sehari ratusan orang berkunjung untuk mencicipi kenikmatan mie yang sudah ada sejak tahun 1980-an ini.

Bentuk mienya Mie koba adalah mie basah seperti mie kocok Bandung. Kuahnya yang bening agak kecoklatan cukup memikat disantap. Makanan khas dari daerah Koba, Bangka Tengah ini, mienya bertekstur halus panjang.

“Mie Koba ini beda dengan mie lainnya. Dibuat sendiri oleh pemilik warung ini,” kata Dian, hari ini (8/9). Salah seorang pelanggan setia Mie Koba, ini mengaku rutin datang minimal dua kali dalam seminggu saat ditemui menyantap makanan tersebut.

Rombongan tour Babel dari Komunitas Ring Satu dikomandani Emron Pangkapi.

Dian yang datang bersama teman-temannya itu, menuturkan bahwa menu mie ini enak. Kuah ikannya sangat terasa bumbunya. Ada rasa manis dan asin ikan.

Warung Mie Koba yang terletak di Jl. Balai, Pangkal Pinang, Bangka, ini setiap hari buka dari pukul 09.00 sd 22.00 WIB. Pagi ini cukup ramai dikunjungi tamu yang datang berombongan.

Emron Pangkapi, salah seorang sesepuh masyarakat Bangka, menambahkan mie koba ini rasanya berbeda dengan makanan mie lainnya. “Walau warungnya tampil sederhana, tapi tamunya ramai setiap harinya,” ujarnya.

Luas warung  ini sekitar 200 meter persegi. Untuk makan tersedia meja kayu panjang beralaskan taplak plastik, dengan kursi-kursi plastik warna biru.

Untuk menyajikan menu mie ini, disediakan dua panci besar untuk masak kuahnya. Sementara mienya sudah disediakan dalam piring dan tinggal dituangi kuah ikan. Dapurnya terbuka dan bisa dilihat oleh tamu, dan cukup bersih.

Indra, karyawan Warung Mie Koba, menuturkan setiap hari pihaknya membuat sekitar 30 kg mie. Sedangkan sepiring mie dijual dengan harga Rp12.000 plus telur rebus Rp3.000. (bundayoely@gmail.com)

LEAVE A REPLY