Melintas Indonesia, 4 Cruise Saksikan Wisata Gerhana Matahari Total

0
544
SOLAR ECLIPSE CAIRNS

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Saat Indonesia mengalami peristiwa langka Gerhana Matahari Total (GMT) pada Rabu, 9 Maret 2016, sebanyak empat 4 cruise atau kapal pesiar bakal melintasi Indonesia. Keempat kapal pesiar internasional itu, Orion Cruise (National Geograpic), Cakadonian Cruise, Coral Princess Cruise dan Peter Deilmaaan Cruise. Kehadiran cruise itu berkat upaya sejumlah pelaku usaha pariwisata, yang mempersiapkan paket tour eclipse regatta.

“Setiap kapal pesiar itu membawa sebanyak 1.500 wisatawan asing. Ini berarti ada sebanyak 6.000 pelancong kapal pesiar akan menyaksikan kejadian alam ini dari atas kapal. Namun lokasi kapal pesiar itu sudah dikordinasikan dengan baik, sehingga turis kapal pesiar dapat melihat fenomena alam yang menakjubkan itu,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi empat Gubernur saat jumpa pers GMT 2016, di Jakarta, Senin (25/1/2016).

Selain kapal pesiar Internasional, sambung menteri, PT Pelni juga menggerakkan 3 kapal besar sebagai hotel terapung dengan kapasitas penumpang sebanyak 1500 orang. Kapal Pelni ini akan stand by di Bangka, Belitung, Palu dan Ternate.

“Kami belum dapat informasi terbaru apakah wisatawan dalam dan luar negeri itu berangkat dari Jakarta atau dari tiga wilayah itu. Juga belum dapat info terbaru berapa jumlah wisatawan yang menumpang di kapal Pelni ini. Meski demikian kita sambut baik upaya yang dilakukan Pelni dalam memanfaatkan momentum emas ini,” lontar mantan CEO Telkom.

Menpar melanjutkan Kementrian Pariwisata mentargetkan kunjungan khusus untuk momentum langka, gerhana matahari total (GMT) 2016 sebanyak lima juta wisatawan domestik dan 100 ribu wisatawan mancanegara. “Memontum ini harus disambut baik bagi setiap daerah yang menjdi lintasam GMT. Ini momen langka sehingga dapat mendongkrak sektor pariwisata, juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” papar Menpar.

Menurutnya, peristiwa GMT selalu banyak diminati kalangan astronom, peneliti, komunitas astronomi, fotografer maupun wisatawan. “Saat terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia berhasil menarik sebanyak 60 ribu wisatawan termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencater pesawat. Jadi saya yakin peristiwa alam ini mempunyai nilai promosi yang tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat siaran langsung NASA live broadcast.. Ini kesempatan emas bagi Indonesia untuk menggaet wisatawan,” tambahnya serius.

GMT 2016 meski hanya berdurasi sekitar dua tiga menit akan melintasi 12 provinsi di Indonesia yakni Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Di dalamya meliputi semjula serta sejumlah kota besar seperti Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofifi.

Sepanjang tahun 2016, Kemenpar mentargetkan kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara dengan menyabet devisa sebesar Rp 172 triliun serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara berwisata di dalam negeri sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun. Sektor pariwisata diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar lima serta menciptakan lapangan kerja sebanyak 11,7 juta tenaga kerja. (endy)

LEAVE A REPLY