Mega Conference Panorama Group Bahas Visi 2020 Dan Potensi Turis Milenial

0
30

Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC) diapit Menpar Arief Yahya dan Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masalah deregulasi dan turis milenial mengemuka pada jumpa pers yang dihadiri Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC), Menteri Pariwisata  Arief Yahya dan Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group.

Dalam hal deregulasi, Arief Yahya mengatakan Indonesia perlu belajar dari keberhasilan Jepang dan Vietnam dalam melakukan percepatan pembangunan ekonomi nasional sehingga pariwisata Vietnam pertumbuhan kunjungan capai 25,2 %, Indonesia mencapai 22 %, Asean 7% dan dunia hanya sebesar 6,4 persen.

“Deregulasi itu sangat penting untuk memperlancar Flow of People, Flow of Trade dan Flow of Investment. Dengan mengupayakan deregulasi, kembangkan digital tourism dan destinasi digital, Pariwisata Indonesia dapat tumbuh cepat,” tandas Arief Yahya.

Tiga hal yang menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata adalah menggenjot deregulasi yang masih menghambat, digitalisasi di Kementrian terkait dan menambah penerbangan yang menjadi akses utama ke suatu destinasi.

Sementara dalam hal turis milenial Menpar mengatakan Indonesia menjadi “gudangnya” turis milenial yang hidup dan aktivitasnya banyak di dunia maya. Oleh karena itu pihaknya tahun ini akan membangun 100 destinasi digital yang instagramable dan banyak di cari turis milenial yang lahir di era akhir 1990 an itu.

Mega conference

Berbagai masalah pariwisata yang kekinian dan membutuhkan kesamaan visi dan misi dari para stakeholder pariwisata memang menjadi perhatian Panorama Group, sebuah grup usaha pariwisata yang unggul di bidangnya dan paling terintegrasi di Indonesia.

Mengawali tahun 2018 ini, Parorama menggelar Mega Conference yang melibatkan para pelaku industri pariwisata global yang bertajuk “Taking Pride in Tourism: Indonesia and Asia Pacific Outlook Toward 2020.” Acara ini digelar bertepatan dengan ulang tahun kelompok usaha itu yang ke-45 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (1/2).

Budi Tirtawisata dalam Mega Conference kali ini menyatakan pihaknya ingin memberi kontribusi lebih kepada industri pariwisata Indonesia yang sedang mengalami momentum pertumbuhan positif, terlebih dengan dukungan pemerintah melalui campaign Wonderful Indonesia yang dilakukan secara masif di mancanegara.

“Oleh karena itu, melalui konferensi ini kami memberikan tinjauan dan wawasan bagi para stakeholder di industri pariwisata nasional” ungkap Budi pada diskusi panel yang  menghadirkan panelis dari industri pariwisata global yaitu Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC).

Hadir pula  Hiroyuki Takahashi,President & CEO JTB Corp; Darren Ng, Managing Director TTG Media Asia serta  Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri bidang Manajemen Strategis mewakili Menpar sebagai nara sumber.

Usai diskusi panel Menpar Arief Yahya yang hadir untuk  jumpa pers dengan Gloria Guevera, CEO World Travel and Tourism Council (WTTC). Organisasi yang bermarkas di London ini keanggotaannya adalah para CEO industri pariwisata dan industri terkait seperti hotel, perusahaan digital, kapal pesiar,  maskapai penerbangan maupun operator tour wisata.

Kegiatan organisasi dunia ini  antara lain penelitian tentang dampak ekonomi dan kebijakan pariwisata serta bersama-sama United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mengkampanyekan industri pariwisata melalui penyampaian Open Letter kepada para pimpinan negara.

Menanggapi pernyataan Menpar mengenai deregulasi, Gloria mengatakan bahwa Indonesia adalah contoh kunci, contoh bagus untuk pemerintah lain karena perubahan yang dilakukan Indonesia sangat signifikan, misalnya visa.

“Namun kebijakan ini harus diiringi dengan digitalisasi oleh Kementrian lain karena wisatawan mancanegara sekarang menuntut kemudahan di semua proses sehingga masalah imigrasi harus menjadi perhatian,” kata Gloria.

Menyambut data dari Menpar tersebut, Gloria Guevara mengapresiasi dengan sangat positif. “Pertama-tama saya ingin mengakui atas nama sektor swasta yang menjadi anggota WTTC bahwa gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya banyak mendapat perhatian anggota kami,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa banyak dari mereka tertarik untuk berinvestasi di Indonesia terutama perusahaan digital dan hotel karena deregulasi yang sangat signifikan. Contoh bagus deregulasi visa di Indonesia menjadi catatan WTTC sehingga bisa digunakan untuk pemerintahan lain di seluruh dunia.

“Peran pemerintah adalah mengurangi investasi dengan deregulasi, saya akui dan menghargai atas gebrakan dan usaha-usaha yang telah dilakukan Menpar Arief Yahya,” kata Gloria.

Acara Mega Confrence dengan nara sumber internasional dilanjutkan jumpa pers dengan CEO WTTC dan gala dinner serta penyerahan award bagi anak perusahaan dan mitra kerja.

Turis milenial

Menanggapi pertanyaan mengenai negara mana yang sukses menjaring turis milenial, Gloria mengatakan bahwa Thailand adalah salah satu negara yang sukses menjaring wisatawan milenial termasuk para remaja.

Dia tidak sependapat bahwa turis milenial hanya besar dalam jumlah namun kecil dalam pengeluaran sehingga industri pariwisata belum sepenuhnya membidik segmen empuk ini.

“ China selain menjadi penduduk terbesar dunia kini anak mudanya banyak yang sukses sebagai pengusaha dan disana ada 40 juta orang kaya baru. Di Eropa dan Amerika banyak pasangan muda yang penghasilannya bagus, belum punya anak dan suka traveling,” kata Gloria

Di Amerika, turis milenial ini dinamakan golongan HENRY singkatan High Earning Not Rich Yet, dari golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi yang suka traveling. Setahun bisa melakukan traveling berkali-kali di dalam benua Amerika atau menyebrang ke benua lainnya.

“Penilitian WTTC pada suatu desa wisata suku Maya, Meksiko ternyata banyak dikunjungi segmen turis milenial mancanegara. Mereka bahkan membeli produk lokal, kulineran dan menikmati atraksi seni budaya. Bagi milenial pengalaman unik yang diburu bahkan mereka mau tinggal di rumah penduduknya,” ungkap Gloria.

Indonesia dengan ribuan pulau dan keragaman suku, seni dan budaya adalah destinasi wisata turis milenial. Di Indonesia mereka bisa mendapatkan beragam pengalaman unik dan konektivitas sangat penting untuk mencapai tujuan wisata di negara kepulauan ini.

“Tahun 2020 menjadi tahun milenial turis dimana mereka adalah tipe orang yang cepat bosan tapi selalu mencari tantangan,”

Oleh karena itu dengan 10 destinasi baru di luar Bali dan kebijakan destinadi digital dari Menpar Arief Yahya, Gloria yakin Ibdonesia  akan menjaring banyak turis milenial dari negara tetangga Asean seperti Singapura, Malaysia hingga China.

“Indonesia bisa menjaring lebih banyak milenial dari Eropa dan Amerika karena semua keunikan  yang dimiliki, ” tandas Gloria.

Berkaitan dengan perkembangan pariwisata global dan munculnya generasi baru turis milenial yang mendunia, Gloria mengungkapkan pentingnya Pariwisata bagi sebuah negara seperti Indonesia.

“Pariwisata berkontribusi sebesar 6% (direct, indirect, induced) dari total GDP dan mendatangkan devisa sebesar Rp220 triliun bagi Indonesia, ditambah lagi pariwisata membuka lapangan kerja sebanyak 2,4 juta lapangan kerja, maka sektor ini merupakan sektor penting bagi ekonomi Indonesia” ungkap Gloria.

Perlu strategi tepat

Pemerintah saat ini mendorong Pariwisata menjadi sektor unggulan bagi Indonesia, maka diperlukan strategi yang tepat untuk meraih target besar salah satunya mencapai kunjungan wisman sebesar 20 juta pada tahun 2019.

“Kita memiliki potensi yang luar biasa dan telah menetapkan target yang luar biasa juga. Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Hal ini telah dibuktikan dengan keberhasilan mendorong ranking Indonesia dari tidak terdaftar (Not Available), menjadi ke urutan 47 dunia pada World Economic Forum tahun 2017 lalu. Raihannya mampu mendahului Malaysia di posisi 96, dan Thailand di posisi 83. Kenaikan lainnya juga bisa dilihat dari peningkatan

Indeks Daya Saing Wonderful Indonesia. Rangking melesat naik 8 poin, dari posisi 50 besar dunia ke peringkat 42.

“Pak Menteri sangat menginspirasi. Dedikasinya membangun pariwisata Indonesia sungguh luar biasa. Kini pariwisata Indonesia tumbuh sangat bagus. Semua sektor berkembang,” ungkap Budi Tirtawisata.

Dengan prestasi tersebut, Panorama Group memberikan gelar The Most Outstanding Achievement untuk Arief Yahya. Penghargaan ini diberikan usai jumpa pers saat di selenggarakan Panorama Awards 2018 bagi anak perusahaan serta mitra kerja Panorama Grup.

Panorama Mega Conference (PMC) tahun 2018 dihadiri lebih dari 500 peserta yang datang dari kalangan industri pariwisata dan stakeholder.

Adhi Tirtawisata, pendiri Panorama grup dari sebuah garasi rumah yang kini berusia 85 tahun hadir diantara para undangan.

Selain Menpar Arief Yahya, para anggota Indonesia Tourism Senior Club ( ITSC) yang didirikan oleh Adhi Tirtawisata  baik dari kalangan perusahaan perjalanan, perhotelan juga hadir seperti Wakil Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar dan tokoh lainbya seperti Didien Djunedi, Achmad Sari Alam, Herna Danuningrat, Meity Robot, Hashiyana Ashadi, Harry Pangabean dan tokoh lainnya.

“Kami sangat menghargai semangat industri pariwisata saat ini. Panorama juga sangat optimis menuju 2020. Kami akan mensinergikan unit bisnis strategis kami, lebih aktif merespon tren yang muncul, dan terus memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder kami. ” tutup Budi Tirtawisata.

LEAVE A REPLY