Maskapai Datangkan Wisman ke Indonesia, AP II Beri Insentif

0
194
Turis China di Bandara Ngurah Rai Bali (Foto: Kompas.com)

PANGKALPINANG, bisniswisata.co.id: PT Angkasa Pura II (Persero) mengiming-imingi insentif bagi maskapai penerbangan yang membuka jalur internasional khusus menerbangkan wisatawan mancanegara (in-bound tourist). Hal ini dilakukan sebagai sinergi antara pengelola bandara dan maskapai demi mengerek industri pariwisata di Indonesia.

“Seperti kemarin, Citilink membuka penerbangan in-bound dari Wu Han, China, langsung ke Tanjung Pinang, Riau. Ini langkah bagus dan bisa dicontoh maskapai lainnya. Selain insentif tersebut, AP II juga akan lebih getol menawarkan insentif bagi maskapai penerbangan yang memaksimalkan dan efisiensi utilisasi bandara,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Rabu (11/1).

Contoh saja, maskapai yang membuka slot penerbangan di luar jam reguler atau maskapai yang menggunakan pesawat berbada besar (wide body) untuk rute-rute tertentu. “Kami akan mendorong maskapai menggunakan wide body, sehingga optimalisasi slot penerbangan bisa maksimal dan trafik penumpang bisa lebih optimal,” imbuh dia.

Awaluddin merinci, bentuk insentif yang diberikan berupa, tunai dan non tunai. Misalnya, pengembalian uang tunai (cash back) kepada maskapai penerbangan. Besaran cash back ini bergantung dari analisis rasio keuntungan (cash benefit ratio). Yang pasti, cash back berkisar belasan juta hingga puluhan juta rupiah. “Cash back itu bisa saja digunakan maskapai untuk membiayai operasionalnya mereka,” terang Awaluddin.

Sementara itu, insentif dalam bentuk non tunai diberikan dalam bentuk pembebasan sejumlah biaya dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, biaya pelayanan jasa pendaratan (landing fee), biaya pelayanan perpanjangan jam operasi, maupun biaya parkir pesawat (parking fee).

Insentif serupa sudah diberikan AP II pada masa Angkutan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan peran bandara dalam menangani masa puncak liburan (peak season).

Ketika itu, maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan atau extra flight di luar jam reguler bandara mendapatkan insentif berupa pembebasan tarif pelayanan perpanjangan jam operasi dan pembebasan landing fee.

Selain itu, bentuk insentif non-tunai juga bisa diberikan dalam bentuk kompensasi kemudahan promosi pemasaran di area bandara. Sebagai informasi, tahun ini, AP II optimistis jumlah penumpang pesawat di 13 bandara kelolaannya mencapai 103,34 juta penumpang atau meningkat 11 persen dari tahun lalu.

Libur Imlek

PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pesawat bakal meningkat di sejumlah bandara saat libur perayaan tahun baru China atau Imlek pada 28 Januari 2017. Peningkatan jumlah penumpang di bandara saat Imlek biasanya terjadi di kota Pontianak, Pangkalpinang, Palembang, dan Kualanamu.

“Kebetulan ada sejumlah tujuan favorit masuk bandara di dalam pengelolaan AP 2. Pontianak, Bangka, Palembang, dan Kualanamu. Terjadi peningkatan (jumlah penumpang) di Pangkalpinang, tapi di tempat lain tidak ada. Dari 13 bandara ini memiliki tipikal berbeda untuk hadapi musim liburan,” tandasnya seperti dilansir laman CNNIndonesia.com.

Untuk di bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka sendiri akan ada tambahan rute penerbangan. “Ada rute Jakarta-Bangka, Palembang-Bangka ,” ujar GM PT Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Eko Prihadi.

Pihaknya juga memberikan sejumlah insentif ke maskapai misalkan untuk penerbangan tambahan di luar jam reguler. Hal ini mengingat maskapai sebagai
pelanggan utama yang dapat optimalkan kapasitas bandara oleh kedatangan wisatawan. Adapun insentif diberikan untuk rute-rute penerbangan tertentu. “Free landing (pembebasan tarif pelayanan jasa pendaratan) dan free parkir (pembebasan tarif pelayanan perpanjangan jam operasi,” ujar dia. (*/CIO)

LEAVE A REPLY