Martabak Manis, Perang Klaim Indonesia-Malaysia

0
74
Martabak manis

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Perang klaim antar Indonesia dan Malaysia kembali bergulir di dunia maya. Dulu soal pulau, kemudian lagu tradisional, seni budaya dan kini giliran terbaru kuliner camilan yakni martabak menjadi bahan perbicangan serius di media sosial.

Sebuah akun komedi dunia @9gag mengunggah video penjual martabak terang bulan atau martabak bangka. Dalam unggahannya itu, akun tersebut menuliskan pertanyaan kepada pengikutnya, apakah mereka sudah pernah mencoba makan makanan penutup itu (martabak) dari Indonesia?

Status itu pun mengundang banyak perdebatan di kolom komentar. Warga Indonesia mengungkapkan martabak adalah makanan asli Indonesia. Sebaliknya, warga Malaysia mengungkapkan martabak bukanlah makanan Indonesia, melainkan Malaysia yang bernama apam balik.

Sempat viral dan menuai perdebatan, akun tersebut pun akhirnya menghapus unggahan martabak itu. Namun sebenarnya bagaimana sebenarnya asal-usul martabak manis?

Di Indonesia, martabak memiliki dua varian yaitu martabak manis dan telur. Martabak telur dikenal juga sebagai martabak Lebaksiu atau martabak Tegal, sedangkan martabak manis dikenal juga sebagai martabak terang bulan atau martabak Bangka. Dalam perkembangannya, martabak manis juga dikenal sebagai martabak Bandung.

Martabak manis ini awalnya bernama Hok Lo Pan yang berarti kue orang (suku) Hok Lo. Seperti nama aslinya, martabak diciptakan oleh orang-orang Hakka di Bangka. Mengutip berbagai sumber, martabak manis yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu, telur, dan ragi ini hanya diberi topping wijen sangrai dan gula pasir.

Ada berbagai versi soal penyebaran dan kepopuleran martabak manis ini. Namun yang pasti, rasanya yang nikmat, lembut dan garing di kulitnya membuat martabak ini menyebar ke luar Bangka. Tak cuma penyebaran kuenya, nama Hok Lo Pan juga akhirnya berubah seiring waktu. Setiap daerah punya namanya masing-masing, termasuk kue terang bulan.

Martabak manis ini disebut sebagai kue terang bulan karena bentuknya yang bulat besar dan berwarna kuning di bagian tengah seperti bulan purnama. Seiring waktu, penyebaran kue ini juga sampai ke pulau Jawa. Di Semarang, martabak manis ini disebut sebagai kue atau martabak Bandung.

Di Semarang, kue ini dibuat oleh keluarga Bangka yang menetap di Semarang, yaitu Keluarga Cen. Mereka berdagang di sebelah kedai Mi Bandung yang sangat laris. Hal ini membuat mereka menamai kuenya sebagai kue atau martabak Bandung. Di Pontianak, kue ini disebut sebagai apam pinang.

Tak cuma menyebar dan populer di Indonesia, kue ini juga populer di negara tetangga, Malaysia. Di Malaysia, martabak ini disebut sebagai apam balik atau terang bulan. (*/DAY)

LEAVE A REPLY