Maret 2015, Tarif PJP2U Disatukan dalam Tiket

0
911

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah mempercepat penerapan penyatuan pembayaran tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U), atau passenger service charge/PSC ke dalam harga tiket pesawat, secara menyeluruh pada 1 Maret 2015. Sebelumnya penyatuan ditargetkan pada April 2015.

Ketua Bidang Penjualan Tiket Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo), Pauline Suharno, mengaku sangat mendukung kebijakan ini. Calon penumpang akan semakin nyaman karena memangkas alur pengecekan tiket sebelum keberangkatan di bandara.

Namun, ia berharap seluruh pemangku terkait segera menyosialisasikan penyatuan sistem tersebut, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lancar. “Sejauh ini kami belum mendapat info lebih lanjut dari maskapai, karena kami bermitra dengan mereka,” katanya, saat dihubungi SH, Rabu (7/1) sore.

Menurutnya, agen tiket harus benar-benar mempersiapkan sistem agar masyarakat mengetahui penerapan kebijakan ini berlaku mulai 1 Maret. Ia berharap jangan sampai timbul masalah di bandara dan menyulitkan calon penumpang.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Laurensius Manurung mengatakan, kesepakatan tarif PJP2U dimasukkan ke dalam harga tiket pada 1 Februari dan berlaku untuk penerbangan 1 Maret, merupakan kesepakatan bersama antar PT Angkasa Pura I dan II, Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, PT Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yang dilaksanakan Senin (5/1).

“Kami akan segera kirimkan surat kepada seluruh maskapai yang beroperasi di wilayah Angkasa Pura II, khususnya. Kesiapan penyatuan sistem pembayaran ini harus maksimal. Kami akan lakukan uji coba pada 28-31 Januari,” ujarnya.

Ia berharap, saat uji coba nanti, tiket seluruh maskapai sudah terintegrasi. “Salah satu bukti kesiapan yang harus ada, tiket tercetak sudah tercantum PSC,” ucapnya seperti diunduh laman SHnews.com, Kamis (8/1/2015).

Penumpang yang membeli tiket sebelum 1 Februari 2015 untuk penerbangan mulai 1 Maret, tetap diwajibkan membayar PJP2U di bandara. Sistem tiket yang dimiliki maskapai juga harus mengakomodasi hal tersebut.

Sistem di bandara juga harus sama, sehingga petugas tetap bisa menarik PJP2U. VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto mengatakan, instansinya sudah mempersiapkan dengan baik, rencana pengintegrasian penyatuan pembayaran PJP2U ke sistem Global Distribution System milik IATA yang tersebar di seluruh dunia. ***

LEAVE A REPLY