Mappanretasi: Pesta Adat Suku Bugis di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

0
3104
Direktur Promosi Dalam Negri Kementrian Pariwisata, Tazbir (foto tengah kedua dari kiri) mengikuti seremonial upacara Mappanretasi atau pesta laut yang merupakan upacara adat Suku Bugis di Pantai Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (foto Ristiaty Fairid)

TANAHBUMBU, Kalsel, test.test.bisniswisata.co.id: Direktur Promosi Dalam Negri Kementrian Pariwisata, Tazbir mengatakan Mappanretasi atau pesta laut yang merupakan upacara adat Suku Bugis di Pantai Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pantas menjadi agenda wisata nasional.

“Selain puncak acara membuang sesajen ke laut sebagai bentuk syukur atas hasil laut, bisa diramaikan dengan kegiatan lain seperti olahraga pantai karena keindahan alamnya mendukung,” ujarnya ketika membuka puncak pesta adat Mappanretasi di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, hari ini (26/4).

Dalam event yang termasuk dalam kategori Budaya Maritim Nasional ini, puncak acara  diisi upacara adat melarung sesajen ke tengah laut diiringi sedikitnya 100 kapal nelayan yang dihias.  Upacara dipimpin oleh seorang sandro didampingi 12 pengiring yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan yang mengenakan pakaian adat bugis serba kuning.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming mengatak untuk menjadikan Mappanretasi sebagai event nasional dia datang langsung ke Kementrian Pariwisata dan usaha itu membuahkan hasil sehingga layak masuk ke dalam agenda nasional dan nantinya dapat dipromosikan ke mancanegara.

Bupati menambahkan perayaan pesta adat sudah dimulai pasca Perayaan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu yang ke 12, tepat pada Tanggal 8 April 2015 lalu.Kegiatan  juga diramaikan pula dengan Pameran Pembangunan yang dilakukan selama 3 pekan, dimulai Tanggal 8 hingga 26 April seiring Puncak Perayaan Mappanretasi.

“Ratusan stand kios di pinggir pantai dan panggung hiburan tiap malam mengibur warga dan kalau malam Minggu diantaranya hadir artis Ibukota seperti Band D’Masiv, Mahadewi dan Armada Band, namun pada malam biasanya, hiburan terus berlangsung berupa musik dangdut ditambah dengan Fashion Show Sasirangan Pagatan,” tuturnya.

Khusus malam Jum’ at, selama tiga  pekan dalam pameran tersebut panitia juga menyuguhkan ustadz dari luar daerah, hal ini bertujuan acara tidak saja berupa hiburan, lebih dari itu masyarakat perlu siraman rohani dari beberapa ustadz kondang yang sudah ternama

Kabupaten Tanah Bumbu adalah salah satu kabupaten dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak persis di ujung tenggara Pulau Kalimantan. Awalnya kawasan ini dihuni penduduk asli Kalimantan, yaitu orang Satui, orang Laut Pulau, orang Pamukan (Dayak Samihim), orang Paser, serta orang Dayak Bukit yang tinggal di pegunungan Meratus.

“Kami berharap event budaya pesta adat nelayan yang sudah dilakukan dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Pagatan ini akan menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke daerah kami,: kata Bupati Mardani H Maming di damping para pejabat daerah maupun pusat serta mitra kerja seperti ASITA Kalsel, HPI dan kalangan industri pariwisata lainnya.

Orang Bugis mulai bermigrasi ke daerah ini sejak abad ke-17 dimana Sultan Banjar menguasai Kalimantan Tenggara dan  memerintahkan keturunannya yaitu Pangeran Dipati Tuha untuk memimpin kawasan tersebut dengan nama Kerajaan Tanah Bumbu. Yang wilayah awalnya mulai dari Tanjung Silat sampai Tanjung Aru.

Mappanretasi nyatanya juga dinafasi ikatan persaudaraan yang tinggi karena melibatkan berbagai suku yang ada di Tanah Bumbu (Tanbu) dan digelar sebagai bentuk syukur bumi atas hasil laut yang melimpah.

Nelayan Suku Bugis yang tinggal di pesisir Pantai Pagatan, Tanah Bumbu menggelarnya dengan cara melarung sesajen sebagai wujud syukur atas hasil laut. Sesajen tersebut berupa sesisir pisang barengseng, nasi ketan warna putih, hitam, kuning dan merah jambu, juga dilengkapi ayam panggang dan pisang raja. Sesajen tersebut mengiring ayam berwarna hitam yang dibawa naik kapal nelayan yang telah dihias.

Pada malam sebelum melarung, sandro akan turun ke laut mencari titik yang tepat untuk selamatan laut tersebut. Untuk hal itu tidaklah mudah karena perlu kontak batin yang hanya bisa dilakukan oleh sandro. Setelah kapal sampai ke titik yang telah ditentukan, ratusan kapal nelayan akan mengerubungi kapal yang ditumpangi sandro untuk mengikuti pembacaan doa selamatan laut. Setelah pembacaan doa selesai maka ayam hitam yang telah disiapkan akan langsung dipotong dan dilepas ke laut bersama sesajen lainnya.

Pantai Pagatan sendiri merupakan pantai indah yang berada di ujung tenggara Kalimantan Selatan dan memanjang dari barat ke timur sepanjang 1.5 kilometer. Untuk mencapainya dari Batulicin, ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu sekira 23 km atau sekira 5 jam perjalanan dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan. (Ristiaty Fairid)

LEAVE A REPLY