Manado Persiapkan Festival Bunaken Jazz Fiesta 2016

0
888
?????????????

JAKARTA, bisniswitasa.co.id: Melestarikan pariwisata akan mensejahterakan masyarakat, Sulawesi Utara (Sulut) punya banyak potensi terutama sebagai destinasi MICE. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung Sulut sebagai salah satu dari 16 destinasi utama MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

“Pariwisata itu harus mencakup 3A ada atraksi, akses dan amenisty,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Nusantara Putu Ngurah, MM pada acara Forum Sulawesi Utara di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jakarta, Senin (7/12/15).

Dilanjutkan, kesiapan dijadikan destinasi utama atau unggulan, dalam hal ini MICE, bisa dilihat dari kemampuan kita menggelola tempat wisata terkait atraksi, kesiapan akses dimana orang datang dapat meninjau, menggapai, dan melihat tempat wisata yang dituju tanpa terkendala apapun. “Serta amenisty terkait kelengkapan penunjang fasilitas tempat wisata seperti restauran, hingga hotel,” paparnya.

Kemenpar menurutnya memberikan dukungan berupa fasilitas yang diperlukan dalam mengembangkan MICE sejak 2009 lalu. Dukungan fasilitas berupa promosi besar-besaran, adanya landasan udara di Manado dan perancangan Makasar sebagai base camp pelabuhan cruise tempat singgah wisatawan terbesar di Sulawesi.

Executive Director NSTB, Widijanto mengatakan kegiatan MICE di Sulut sudah dimulai dari 2009, yang diperkuat dengan keberadaan The Coral Triangle Initiative (CTI) Cecretarial Office.

CTI menurutnya sebuah lembaga kerjasama internasional yang awalnya beranggotakan enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

“Sejak awal CTI didukung Amerika Serikat dan Australia, belakangan ikut bergabung Brunei Darussalam. Berkantor pusat di Manado, organisasi negara-negara ini berusaha menjaga kelestarian extraordinary marine and coastal resources,” ungkap Widijanto.

Berkunjung ke Manado perlu tiga hari untuk bisa merasakan keistimewaan provinsi ini, dimulai dari hari pertama menikmati city tour, mengunjungi patung Yesus, pusat belanja, dan bermain golf, sambungnya.

Di hari kedua yang dilakukan di Manado menurutnya, yakni menyelam di Mahangetang, ada underwater giant volcano. Bunaken dan Siladen juga dapat menjadi pilihan yang sangat popular sebagai lokasi untuk wall diving, menikmati dinding palung laut dalam.

“Sedangkan di hari ketiga bisa mengunjungi Tomohon, Danau Tondano yang menyejukkan, melihat artefak Waruga, dan pusat kerajinan rumah kayu (Woloan),” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Joy Happy Korah, “Momentum yang digagas oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya ini akan diupayakan terealisasikan oleh pemerintah daerah agar dapat menunjang jumlah wisatawan yang akan mengunjungi Manado melalui jalur laut”.

Terkait penyelenggaraan Bunaken Jazz Festival 2016 untuk mengangkat Kota Manado agar semakin terkenal sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. “Festival jazz ini bertujuan mengangkat kekayaan musikal dari masing-masing daerah. Ini yang pertama di Bunaken,” ujar Direktur Festival Bunaken Jazz Fiesta, Agus Setiawan Basuni.

“Minggu depan kami akan melakukan survei serta melihat lokasi mana yang tepat untuk menyelenggarakan festival tersebut, sekaligus mencari waktu yang tepat kapan sebaiknya festival tersebut dilaksanakan,” tambahnya.

Menurutnya di tiga tahun pertama penyelenggaraan ada tantangan, biasanya tahun pertama sukses karena euforia. Kemudian di tahun kedua dukungan mulai menurun, tetapi itu sudah menjadi tugas untuk membuat festival jazz yang konsisten dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan Festival Bunaken Jazz Fiesta, diharapakan bisa menelurkan musisi jazz lokal yang berkualitas dan menjadi satu atraksi untuk makin menarik wisatawan datang ke Manado tahun depan.

“Kami akan buat kategori baru, namanya Kolintang Jazz. Saya ingin 5-10 tahun ke depan alat musik Kolintang ini bisa dimainkan di berbagai negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Mimpi saya ada artis Internasional sekelas Sting atau Stevie Wonder datang ke Manado, berkolaborasi dengan artis lokal. Itu cara berpromosi yang efektif juga. Rencananya festival jazz ini akan diselenggarakan pada semester kedua tahun 2016 mendatang”. (evi)

LEAVE A REPLY