Malioboro Night Festival, Destinasi Wisata Baru Yogya

0
380

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ada suasana berbeda di sepanjang jalan Malioboro, di mana ratusan lampion menghiasi beberapa sudut jalan yang menjadi ikon pariwisata di DIY ini. Sementara, beberapa panggung sudah terlihat berdiri megah, menyambut wisatawan dan pengunjung.

Kawasan Malioboro memang tengah bersolek untuk menggelar acara Malioboro Night Festival yang dihelat untuk pertama kalinya. Pada gelaran perdana yang berlangsung mulai Jumat (26/8) hingga Minggu (28/8) dini hari, Malioboro Night Festival memang dibuat semeriah mungkin.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Imam Panardi MT mengatakan Dinas Pariwisata menggelar Malioboro Night Festival untuk memanjakan wisatawan yang datang sehingga mereka bisa tinggal lebih lama di DIY. Saat ini angka lama tinggal wisatawan, terutama wisatawan mancanegara di DIY masih cukup rendah.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata DIY, dari sekitar 308.000 wisatawan yang datang ke DIY pada 2015, rata-rata lama tinggal di kota ini baru di kisaran 2,57 hari. Jumlah tersebut hanya naik sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2014, rata-rata lama tinggal sekitar 254 ribu wisatawan yang datang ke DIY baru di angka 2,57 hari,” tegasnya di Yogya, sabtu (27/08/2016).

Karena itu,berbagai upaya dilakukan Dispar DIY untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, termasuk wisatawan asing di kota. Tahun ini pihaknya menargetkan lama tinggal mencapai 2,9 hari. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggagas wisata malam sebagai alternatif wisata bagi wisatawan.

Menurut dia, adanya wisata malam di kota ini diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan ke kota ini. “Ada empat panggung yang kami siapkan di depan Hotel Garuda dan hingga di Monumen SO 1 Maret (Titik Nol Kilometer) yang menampilkan berbagai kesenian, baik tradisional maupun modern,” kata Imam.

Dalam gelaran perdana ini, ratusan seniman dan sejumlah artis menyemarakkan wisata malam tersebut. Selain menghadirkan empat panggung besar, sejumlah panggung kecil juga dihadirkan untuk pertunjukan seniman jalanan dari berbagai daerah. Adapun artis yang tampil, antara lain Katon Bagaswara yang akan manggung di depan Hotel Garuda, di panggung titik nol dimeriahkan artis Vidi Aldiano.

Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata DIY Putu Kertiyasa menjelaskan dipilihnya Malioboro karena merupakan destinasi terbesar di DIY. Dinas Pariwisata berupaya mengembalikan ruh Malioboro seperti 1970-an hingga 1990-an ketika Malioboro jadi wadah dan hidup para seniman di malam hari.

“Kami berharap ke depan program tersebut bisa dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian akan semakin banyak pilihan wisata bagi masyarakat,”tuturnya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.