Malioboro masih Jadi Magnet Wisata Belanja

0
294

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sepanjang jalan Malioboro, Yogjakarta masih tetap menjadi wisata belanja yang ideal bagi wisatawan. Bahkan, hari pertama libur panjang bertepatan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih dan Isra Miraj 1437 Hijriah, wisata belanja Malioboro tetap jadi sasaran utama.

Ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara terlihat memenuhi trotoar di dua sisi sepanjang Jalan Malioboro serta berbagai pusat perbelanjaan cendera mata di kawasan tersebut, Kamis (5/5).

Penjual aneka pakaian batik khas Yogyakarta Rahmat Latip mengaku selama membuka lapak pukul 07.00-11.00 WIB dapat meraup lonjakan keuntungan mencapai 40 persen dibanding hari biasa sebelumnya. Barang dagangannya antara lain berupa aneka kaus dan kemeja batik yang dijual mulai Rp 15 ribu-Rp 40 ribu per potong.

“Meski belum signifikan, sejak pagi tadi (penjualan) sudah meningkat jika dibandingkan hari biasa, ” kata dia seperti diunduh laman Antara.

Selama libur panjang, ia menargetkan mampu memperoleh omzet hingga Rp 5 juta per hari meningkat dibanding hari biasa yang rata-rata memperoleh omzet Rp 1 juta per hari. ” Mudah-mudahan bisa terus meningkat,” kata Rahmat yang telah berjualan selama tiga tahun di kawasan wisata belanja itu.

Sementara itu salah seorang penarik andong Giyatno mengatkan selama libur panjang ia menargetkan mampu beroperasi maksimal hingga lima kali putaran atau meningkat dari hari biasa yang rata-rata hanya beroperasi satu kali putaran.

Selama libur panjang ini, ia memasang tarif andong dari Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu tergantung rute yang dilalui. “Maksimal liburan ini bisa sampai lima kali, dengan mempertimbangkan kondisi kudanya juga,” kata dia.

Vera, seorang wisatawan asal Malang, Jawa Timur mengaku sengaja menghabiskan liburannya hingga Minggu di Yogyakarta. Malioboro sengaja dipilih sebagai tujuan pertama mengawali liburannya di kota gudeg itu. Menurut dia untuk berbelanja di Malioboro ia lebih memilih membeli oleh-oleh makanan khas Yogyakarta seperti bakpia.

“Saya ke sini hanya membeli bakpia, kalau pakaian sudah biasa dan bisa dibeli via online,” kata yang datang ke Yogyakarta bersama dua anaknya.

Komandan Regu Jogoboro, Paryoto yang bertugas menjaga keamanan di kawasan Maloboro mengatakan lonjakan wisatawan sudah terpantau sejak pukul 09.00 WIB, meski belum terjadi kemacetan untuk kendaraan roda empat yang melintasi kawasan itu.

Hal itu, menurut dia, juga pengaruh dari kebijakan pemerintah yang memindah seluruh tempat parkir di sepanjang jalan itu ke Taman Parkir Abu Bakar Ali. “Wisatawan yang berjalan kaki sudah banyak, tapi untuk kendaraan roda empat masih landai,” kata Paryoto. (*/AN)

LEAVE A REPLY