Malang Menyapa, Aplikasi Panduan Wisata Kota Malang

0
403

MALANG, Bisniswisata.co.id: Era digital dimanfaatkan untuk mempromosikan wisata melalui media sosial. Kini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Jawa Timur menerapkan sistem aplikasi pariwisata berbasis android. Aplikasi bernama ‘Malang Menyapa’ ini akan diluncurkan 1 April 2017. Sejumlah pelaku wisata digandeng untuk mengisi data dan informasi yang terkait destinasi, agen perjalanan, hotel, dan kuliner khas Malang.

“Targetnya semua pelaku pariwisata bisa mengunggah profil usahanya. Aplikasi ini, katanya, merupakan sarana promosi gratis bagi pemilik usaha,” kata Kepala bidang pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana, seperti dilansir laman Tempo.co, Sabtu (25/03/2017).

Setelah mengunduh, mereka bisa mendaftar untuk mendapat akun secara gratis. Mereka wajib mengisi alamat email, nomor telepon dan peta lokasi usaha. Selanjutnya profil usaha ditulis lengkap, seperti nama usaha, foto dan spesifikasi tempat usaha.

Pelaku usaha yang digandeng meliputi hotel, restoran, agen perjalanan, industri kecil menengah, usaha kecil menengah, pengusaha oleh-oleh, televisi dan radio. Melalui sistem promosi terintegrasi, pelaku usaha dipastikan diuntungkan dan mendongrak transaksi.

Setiap wisatawan yang masuk melalui terminal, bandara dan stasiun bakal menerima pesan pendek yang berisi pesan untuk mengakses mengunduh sistem aplikasi. Semua informasi pariwisata, katanya, tersedia lengkap sehingga memudahkan wisatawan untuk mendapat informasi pariwisata di Malang.

Selain itu, ada promosi potongan dari setiap pelaku usaha. Informasi yang tersedia meliputi destinasi, hotel, tempat belanja, oleh-oleh, kuliner, dan pertunjukan. “Aplikasi ini merupakan bagian dari wisata berbasis digital,” ujarnya.

Pada 2017 target wisatawan mancanegara di Jawa Timur mencapai 800 ribu-1,5 juta jiwa. Sedangkan realisasi tahun lalu sebanyak 800 ribu orang. Sementara setiap tahun meningkat sekitar lima persen. Sebagian besar wisatawan mancanegara yang ke Malang berkunjung ke Gunung Bromo..

“Dalam sehari sebanyak 20 sampai 50 wisatawan berkunjung ke Malang,” katanya. Dia optimistis wisatawan mengunduh aplikasi ini lantaran sebanyak 84 persen wisatawan terhubung melalui internet. Selain itu, katanya, media sosial dianggap efektif memasarkan berbagai produk pariwisata.

Pelaku usaha minuman Sinome Malang, Erfina Hakim, mengaku terbantu dengan aplikasi ini. Dia berharap pemasaran produk minuman ringan khas ini bakal merambah ke daerah lain. “Selama ini dipasarkan melalui media sosial,” ujarnya. (*/TMO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.