Makan di Pinggiran Israel, Turis Tiongkok Diketok Rp57 Juta

0
221
Destinasi wisata St. Catherine - Taba - Yerusalem

YERUSALEM, test.test.bisniswisata.co.id: Sekelompok turis asal China menjadi korban pemerasan, pemalakan sebesar 3.280 poundsterling, setara Rp57 juta, setelah bersantap di restoran Abu Ghosh di kawasan perbukitan di pinggiran Jerusalem, Israel.

Kasus pemerasan ini menjadi perbincangan netizen setelah sang operator wisata mengunggah foto lembar bukti pembayaran di media sosial. Dia merasa para turis yang dibawanya telah diperdayai oleh pihak restoran yang terkenal dengan sajian humus.

Bukan hanya netizen yang bereaksi melihat lembar bukti pembayaran yang mencengangkan tersebut, para pemangku jabatan setempat juga. Reaksi disampaikan oleh pihak asosiasi pariwisata lokal yang dilansir pertama kali oleh majalah Globes Israel.

“Ada miliaran orang China, tapi tidak semua diperdayai. Tapi turis China ini menyatakan tidak akan kembali dan tidak bakal merekomendasikan teman-temannya untuk mengunjungi Israel,” demikian disampaikan wakil asosiasi pariwisata setempat.

Sang wakil menambahkan, “[Posisi] pelanggan yang naif memang sangat lemah di mata pelaku bisnis, tapi memperlakukan mereka dengan cara seperti ini justru memporakporandakan ikatan potensial antara pasar China bagi Israel dengan tangan kita sendiri.”

Kawasan perkampungan di mana Abu Gosh berdiri memang populer di kalangan turis dan warga Israel. Biasanya mereka bertandang pada akhir pekan. Restoran Abu Gosh termasuk salah satu destinasi terbaik untuk menyantap humus, sesuai rekomendasi TripAdvisor.

Terlepas soal bukti pembayaran itu, Jawdat Ibrahim, salah satu pemilik restoran, menyatakan separuh ruangan berkapasitas 300 orang memang disewa untuk kelompok turis. Mereka biasa mampir berjam-jam untuk makan daging panggang dan minum alkohol.

Kepada The Guardian, Kamis (08/09/2016) Jawdat menyatakan, kehebohan kali ini bisa jadi dipicu oleh kompetitor demi mengobarkan kontroversi. “[Maklum] Abu Gosh kan restoran yang sangat terkenal. Selama 25 tahun sudah dikenal di kalangan lokal dan internasional.”

“Orang-orang yang mengiri ini menyadari kebanyakan turis menyambangi Abu Gosh dan bukannya ke destinasi lain, termasuk yang berlokasi di Tel Aviv,” kata Jawdat sembari menceritakan pengalaman menyenangkan sebelumnya dengan turis asal China.

Beberapa waktu lalu, kata Jawdat, sebuah stasiun televisi China menggelar syuting di restorannya dan tak lama kemudian, seorang pemandu dari perusahaan travel di China menghubungi dan memintanya untuk menyiapkan tempat untuk sekelompok turis.

“Dia bilang, mereka adalah orang-orang penting dan mereka memesan ruang khusus di restoran pada Jumat malam lalu, saat restoran sedang ramai-ramainya. Kami memberikan bar terpisah dan minuman mahal, juga sajian kambing, yang harganya memang mahal.”

Para turis itu, menurut Jawdat, bersuka cita dan malah memberinya tip dalam jumlah besar. “Lalu seseorang memamerkan lembar bukti pembayarannya di Facebook! Orang-orang pun bingung, sebab kami juga menyajikan menu seharga US$15 tapi istimewa.”

Pihak asosiasi pariwisata Israel menyatakan kepada media massa, “Pihak kami memutuskan tidak menutup-nutupi insiden ini kepada publik untuk memperlihatkan betapa pentingnya berlaku adil dan ramah terhadap turis yang datang ke Israel.”

Pariwisata termasuk sektor penting yang mendongkrak perekonomian Israel. Kedatangan para turis berandil menyumbang sekitar 15 persen pendapatan negara dan meraup banyak tenaga kerja. (*/C)

LEAVE A REPLY