Majapahit Admiration Community Resmikan Kapal Ekspedisi Rp2,5 M

0
475

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Majapahit Admiration Community, sebuah komunitas pecinta sejarah dan budaya Majapahit bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI, meresmikan kapal pelayaran ekspedisi Spirit of Majapahit dengan nilai investasi sekitar Rp2,5 miliar.

Sekretaris Jenderal Majapahit Admiration Community Takajo Yoshiaki menjelaskan Ekspedisi Spirit of Majapahit dimulai sejak 2009. Kapal yang dibangun ini persis dengan kapal abad ke-13. Pembuatan kapal didanai para anggota komunitas, terdiri orang Indonesia dan Jepang umumnya kaum entrepreneurs.

“Pembuatan kapal pertama tahun 2009 dan selesai Juni 2010 yang menelan biaya Rp1,5 miliar. Setelah dilakukan reparasi dan penambahan ornamen ukiran, anggarannya membengkak menjadi sekitar Rp2,5 miliar,” ujar Takajo.

Semula, cerita Takajo,kapal ekspidisi ini diberangkatkan pada 2011, namun batal karena ada tsunami di Jepang. Selama 3 tahun, kapal tersebut mengalami perbaikan dan berlayar pada 2015, bertepatan peringatan 70 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setibanya kapal ekspidini ini di Jepang, akan diabadikan di Tokyo sebagai monument budaya sejarah maritim Indonesia dengan Jepang.

Ketua Majapahit Admiration Community Sumwarwoto menyatakan untuk pembangunan kapal yang menggelontorkan biaya sekitar Rp2,5 miliar tersebut pihaknya mendapatkan banyak bantuan atau sumbangan dari berbagai pihak dan komunitas sejarah. Sumbangan tersebut dalam bentuk kayu misalnya kayu jati, atau tambahan ornamen untuk gate dan ukiran.

“Anggota komunitas kami ada ribuan, gabungan orang Indonesia dan Jepang. Kami memang menunggu kapal ini, di samping pengiriman kapalnya akan ada pengiriman pameran keris juga di Jepang. Ada 72 bilah keris pusaka untuk dipamerkan di sana,” ungkap Sumarwoto seperti dikutip laman bisnis.com, Sabtu (07/05/2016).

Pelayaran kembali Spirit of Majapahit dimulai hari akhir bulan ini. Rencana ekspedisi ini sebelumnya dirancang dengan melibatkan para ahli sejarah dan perkapalan dari Jerman, Belanda, Prancis, Jepang, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Indonesia dan bekerjasama dengan Takushoku University.

Kegiatan ini akan meliputi napak tilas pelayaran Majapahit ke Jepang pada awal bulan Mei-Juli 2016 dengan rute Jakarta-Pontianak-Brunei Darussalam-Manila-Jepang.

Kegiatan lainnya adalah menjadikan kapal layar Spirit of Majapahit sebagai simbol dari semangat maritim Majapahit dan menjadi monumen di Jepang.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, IPTEK, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Safri Burhanuddin menyatakan pihak pemerintah Indonesia tidak terlibat dalam pembiayaan pembuatan kapal tersebut.

Dia menuturkan pembangunan kapal ini membutuhkan waktu 3–6 bulan. “Dana memang gabungan tetapi bukan spesifik dari kami. Dari pihak Jepang lebih banyak. Kapal ini mereka yang bangun, kami hanya mengisi peralatan dan sumber daya manusianya,” jelas Safri.

Safri juga mengakui bahwa sesampainya di Jepang, kapal tersebut akan dimuseumkan di Tokyo, sehingga 11 personil dalam tim ekspedisi akan kembali ke Indonesia dengan pesawat. “Kapal tersebut fix akan dilepas akhir minggu ini, kami menunggu kesiapannya semua,” jelasnya. (*/BO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.