Main Ponsel di Restoran Perancis, Diganjar Kartu Kuning

0
45
main ponsel saat makan di restoran

PERANCIS, Bisniswisata.co.id: Ganjaran kartu kuning bukan hanya dijatuhkan wasit saat di pertandingan sepakbola. Namun penerapan kartu kuning juga berlaku di sebuah restoran di desa sunyi Saint-Guilhem-le-Desert Perancis. Kartu kuning akan dijatuhkan jika pelanggan di restoran The Petit Jardin main telepon seluler (ponsel) saat menunggu makanan datang.

Memang tak bisa dipungkiri, sembari menunggu makanan datang, kebanyakan orang pasti memilih main ponsel. Karena itu jangan coba-coba saat di restoran The Petit Jardin. Pasalnya, sang pemilik restoran Hean-Noel Fluery punya aturan keras bagi pengunjung yang makan di sana.

Fluery melarang pelanggannya menggunakan ponsel saat sedang makan. Semuanya dilakukan atas nama kesenangan dan kenyamanan bersama. Tak dimungkiri kalau ternyata masih ada tamu yang suka mencuri-curi kesempatan main ponsel.

Pelayan tak akan menegur secara langsung, tapi meniup peluit dan memberikan kartu kuning seperti dalam permainan sepak bola. Jika orang yang sama tertangkap dua kali, mereka diberi kartu merah. Hal ini berarti si pelaku harus segera meninggalkan restoran.

Kepada The Local, Jumat (20/10/2017) Fluery mengungkapkan pernah beberapa mengirim beberapa pelanggannya pulang. “Beberapa orang menolak untuk meletakkan ponsel mereka dan mengungkapkan kalau mereka tak suka aturan itu lalu pergi,” ucapnya.

“Saya tak keberatan, saya lebih memilih orang itu makan di restoran lain. Ada tiga restoran di desa ini. Jika mereka marah atau kesal karena aturan ini, mereka harus pergi. Kami menjelaskan aturan ini sebelum mereka masuk restoran. Mereka mau mematikan ponsel saat masuk ke bioskop, kenapa tidak mau melakukannya saat makan di restoran?,” lontarnya.

Aturan untuk tidak memakai ponsel di dalam restoran ini ditulis Fluery di sebuah papan besar depan restoran. Namun kebanyakan orang yang sempat dapat kartu kuning biasanya langsung meletakkan ponselnya untuk kenyamanan bersama. “Dalam tradisi Perancis, kami harus bicara satu sama lain saat makan,” katanya.

Sayang tak semua orang suka aturan yang dibuat Fluery. Ada banyak komplain yang dilontarkan untuk restoran tersebut terkait pelarangan pemakaian ponsel, khususnya dari anak-anak muda.

“Kami mendapat banyak komentar tak menyenangkan di halaman Facebook dari anak muda yang tidak suka aturan itu dan tersinggung karena diberi kartu kuning di depan semua orang,” katanya.

Berbeda dengan anak-anak muda. Aturan Fluery ini ternyata disukai oleh para orang tua. Mereka merasa nyaman karena bisa bicara akrab dengan anak-anaknya tanpa terganggu dering ponsel.

Hanya saja aturan yang diterapkan Fluery bukan hanya soal ponsel. Di restorannya, dia juga melarang adanya minuman kola, saus tomat, dan mayonaise. “Kami bertujuan untuk mengangkat produk lokal. Kami punya jus segar dari kebun lokal dibanding minuman kola.” sambungya. (*/LOC)

LEAVE A REPLY