Mahasiswi Rancang Baju Multifungsi bagi Pengungsi Suriah

0
392
Fashion karya Luna

MASSACHUSETTS, test.test.bisniswisata.co.id: Angela Luna (22), mahasiswi Parsons Fashion Design dikenal berprestasi yang fokus pada desain baju, gaun malam. Mahasiswi tingkat akhir yang cemerlang ini, memiliki banyak peluang kerja yang mengantri setelah lulus. Luna bahkan menandatangani kontrak dengan Abercrombie & Fitch untuk bekerja selulusnya dari kampus.

Sebuah berita yang ia saksikan bersama sang ayah, membuat jalan hidupnya berubah. Di layar televisi, Luna menyaksikan ada 200 warga Suriah cedera hingga tewas akibat peperangan.

“Haruskah aku bergelut dengan fashion? Kami berkumpul setiap hari membicarakan tentang celana Prada seharga 4.000 dolar Amerika, bahkan tidak memiliki arti dalam skala yang lebih luas (seperti ini),” tanya Luna pada sang ayah di rumah mereka, Massachusetts.

Sejak saat itu, Luna mulai fokus membuat desain busana yang dapat membawa perubahan. Melalui skripsinya, Luna ingin merancang baju yang dapat memberi solusi dan meringankan beban masalah para pengungsi Suriah, yang harus melakukan perjalanan panjang melewati perbatasan untuk mencari keamanan dan kenyamanan hidup.

Ide Luna tidak langsung disambut baik oleh dua dosen pembimbing Luna. Kedua dosen pembimbing Luna memprediksi rencana rancangan baju Luna untuk memudahkan pengungsi Suriah akan gagal.

Meski berisiko besar untuk gagal, Luna tak ingin berhenti. Malah, membatalkan dua tawaran kerja hanya untuk memastikan proyek yang ia garap untuk pengungsi Suriah ini dapat terus berjalan dan berhasil.

Beberapa upaya Luna lakukan, seperti bertemu langsung dengan ikon mode Donna Karan hingga berkonsultasi dengan organisasi non-profit. Berkat upaya dan tangan dinginnya, Luna berhasil membuktikan penilaian dua dosen pembimbingnya salah.

Untuk proyek skripsinya, Luna merancang tujuh baju luaran yang dapat berubah fungsi. Baju luaran dirancang untuk bisa dikenakan oleh pria atau pun wanita dari segala ukuran tubuh. Dua jaket yang dirancang Luna, misalnya, dapat berubah menjadi tenda yang bisa memuat dua orang dan memuat satu keluarga.

Rancangan jaket lain yang Luna desain dapat berubah menjadi kantung tidur. Ada pula jaket yang dapat diubah fungsinya menjadi tas punggung hingga jaket yang dapat ditiup menjadi pelampung keselamatan.

Semua fungsi tersebut sengaja dihadirkan Luna untuk memudahkan berbagai aktivitas di luar ruangan hingga aktivitas berkemah yang mungkin dilakukan pengungsi Suriah selama menempuh perjalanan.

“Saya tidak ingin terdengar sombong atau lainnya, tetapi ide merancang sesuatu yang tidak benar-benar menyelesaikan sebuah masalah bagiku saat ini tidak terasa menarik,” tambah Luna seperti dilansir News School Free Press, Senin (23/05/2016).

Tujuh rancangan Luna yang ia masukkan dalam proyek akhirnya sebagai mahasiswi merupakan sebagian kecil dari proyek Desain untuk Perubahan (Design for Difference) yang ia bangun. Rencananya, Luna akan menjual rancangan originalnya tersebut kepada konsumen aktif dengan harga setara dengan produk North Face atau Patagonia.

Luna menggunakan uang yang didapat untuk memproduksi desain originalnya dengan versi yang lebih efisien. Juga membuat elemen-elemen estetis pada produk rancangannya menjadi lebih simpel dan berfokus pada kegunaan. Versi simpel dari rancangan originalnya ini, didonasikan untuk para pengungsi Suriah. (*/EP)

LEAVE A REPLY