M Shiddiq: Apklindo sosialisasikan Cleaning Service sebagai profesi menantang di industri jasa

0
1346
Peserta dan pengunjung Clean & Laundry 2014 bertemu di ajang trade show itu yang tahun ini berlangsung 26-28 Maret 2015 di JIE, Kemayoran. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi para pelaku bisnis sekaligus sosialisasi profesi menantang bukan sebagai petugas kebersihan toilet.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Berkarir di usaha jasa cleaning service saat ini adalah profesi yang menantang dengan penghasilan memadai dan jumlah tenaga kerja yang mencapai 4 juta orang di tanah air, kata M Shiddiq,  Ketua Asosiasi Perusahaan Klining Service Indonesia (Apklindo), hari ini.

“Di Jakarta saja ada 1700 perusahaan cleaning service dan secara nasional, data hingga awal Maret 2015 telah mencapai 3480 perusahaan. Kalau satu perusahaan rata-rata menyerap tenaga kerja 100 orang maka jumlah tenaga kerjanya mencapai 4 juta orang dengan gaji staf rata-rata Rp 3-4 juta/orang,” kata Shiddiq

Faktanya, kata Shiddiq, dari satu perusahaan banyak yang memiliki tenaga kerja lebih dari 100 orang/per perusahaan. Bahkan Sekjen Apklindo Tommy G Hardjana di bawah  bendera perusahaanya , PT Freshkindo Graha Solusi memiliki tenaga lebih dari 1000 orang tenaga kerja.

Saat ini, ujarnya, gedung properti, perkantoran, rumah sakit, hotel, industri garmen/tekstil, kawasan industri  bahkan residential (perumahan) memerlukan jasa pembersihan (cleaning) dan pencucian (laundry ) yang beromzet triliunan rupiah. Oleh karena itu pengelolaannya harus professional menggunakan teknologi, bahan baku, dan mesin yang baik dan tepat.

Untuk mengelola bisnis cleaning service ini dibutuhkan tenaga kerja yang kompeten, bersertifikasi internasional dan juga di dukung oleh peralatan yang modern sehingga sejak tahun lalu Aplindo menggelar Cleaning and Laundry Expo di Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran.

“Expo Clean & Laundry 2015 akan kami gelar lagi pada 26-28 Maret 2015 di lokasi yang sama di JIE Kemayoran. Kalau tahun lalu yang terlibat 12 negara dengan 4000 pengunjung maka tahun ini ada 16 negara peserta dan target 6000 pengunjung,” jelasnya.

Melalui ajang expo inilah, kata Shiddiq, pihaknya berharap para pengusaha di industri jasa ini, profesional serta para produsen alat maupun chemical hingga  pemasok dan masyarakat umum dapat menyaksikan sebuah trade show bertaraf internasional yang bisa menjadi ajang pembelajaran untuk memahami lebih jauh industri yang ditekuninya dalam satu atap.

Baik peserta maupun pengunjung dari Jakarta maupun berbagai daerah bisa menyaksikan kecanggihan tekhnologi yang mutakhir seperti hal yang dikeluarkan Karcher sebagai pendukung kegiatan ini yang merupakan suatu inovasi terobosan antara pel manual dan schubber drier Mopvac, sebuah mesin pembersih untuk kalangan industri tanpa listrik.

Sebagai bisnis padat karya, kata Shiddiq,  asosiasi yang menjadi anggota KADIN ini ingin profesi sebagai cleaning service setara dengan profesi lainnya oleh karena itu para pelakunya harus bangga menjadi bagian dari industri cleaning service yang omzetnya per tahun mencapai Rp 60 triliun.

“Sebanyak 60% -65% biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah untuk gaji pegawai dan 10% sudah untuk pembelian alat dan bahan pembersih sedangkan sisanya untukpengeluaran lain,” kata Shiddiq.

Pihaknya berharap melalui pameran Clean & Laundry Expo 2015 maka berbagai pihak termasuk pemerintah dapat memahami dan mengukur seberapa pentingnya bisnis ini dalam menggerakkan perekonomian nasional, menciptakan peluang bisnis dan lapangan kerja.

“Kami sudah memiliki standar kompetensi secara nasional  yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga mereka yang menekuni profesi sebagai cleaning service harus bangga dengan profesinya ini  dan tidak ada lagi imej yang mengecilkan arti seorang cleaning service hanyalah sebagai tukang bersih toilet.

Shiddiq mengatakan edukasi merupakan tujuan utama dalam penyelenggaraan Clean & Expo 2015 karena para pelaku bisnis di daerah juga dapat mengikuti seminar-seminar dan kecepatan pertumbuhan tekhnologi industri jasa ini tanpa harus menimba ilmu dan menguras kantong ke mancanegara karena wadahnya di tanah air juga tersedia. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY