Lukisan Bordir Manfaatkan Limbah Bordir

0
177
Pelukis bordir (Foto: http://bewarakita.com)

TASIKMALAYA, Bisniswisata.co.id: Bordir, hiasan kain sudah melegenda di kota Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Karena bordir ini nama Tasikmalaya dikenal di negara tetangga, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Melonjaknya permintaan membuat pengrajin bordir meningkatkan produksi, sehingga limbah bordir pun meningkat.

Banyaknya limbah bordir ini, dimanfaatkan seniman asal Kota Tasikmalaya untuk mengembangkan seni baru berupa lukisan dikolaborasikan dengan bordir. Lukisan bordir kini menjadi sebuah produk kerajinan khas dari Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya yang memiliki nilai seni unik, menarik dan artistik.

“Awal ide ini dari ketidaksengajaan, tapi banyak orang yang melihat, katanya bagus,” kata Dedi seniman lukisan bordir saat membuka Stand di Tasikmalaya October Festival di Tasikmalaya, Minggu (15/10/2017).

Ia menuturkan pembuatan lukisan bordir itu sudah dilakukan sejak 2014 dengan berbagai macam gambar lukisan. Memang kerajinan bordir merupakan produk yang banyak diproduksi warga di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dengan pemasarannya mampu menembus pasar dalam dan luar negeri.

Dedi mengaku tertarik membuat karya lain penggabungan seni lukis dengan bordir yang memiliki nilai seni berbeda. Kawasan industri bordir di Kawalu itu, kata dia, banyak sampah bordir yang seringkali tidak dimanfaatkan kembali. Berawal dari limbah bordir itu, Dedi berupaya untuk memanfaatkannya agar memiliki nilai ekonomi dengan cara menggabungkan lukisan dengan bordir.

“Limbah bordir yang sudah tidak dipakai bisa ditempel ke lukisan, ada yang limbah atau langsung bikin,” katanya.

Ia menyebutkan, lukisan bordirnya berupa orang yang pakaiannya tidak dilukis dengan cat, tetapi oleh bordir sehingga memiliki kesan alami. “Misal ada gambar orang pakai baju bordir, nah bajunya itu bordir sungguhan bukan lukisan,” katanya.

Ia menambahkan harga lukisan buatannya paling murah Rp1 juta dan lukisan yang sudah pernah dijual dengan harga tinggi sebesar Rp10 juta. Harga lukisan, kata dia, tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatannya, semakin sulit maka harga jualnya semakin tinggi. “Harganya ditentukan dari tingkat kesulitan, kalau sulit pasti harganya mahal,” katanya. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY