Long Weekend, Angin Segar bagi Hotel di Bandung

0
235
Kota Bandung (foto: bandung.co)

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Libur panjang awal Mei 2016, membawa angin segar bagi hotel-hotel di Bandung. Reservasi untuk periode Kamis (5/5) hingga Ahad (8/5), mulai masuk pertengahan April 2016.

Pemesenan dilakukan baik melalui direct booking ke hotel yakni telpon dan web hotel maupun dari offline travel agents ataupun online travel agents seperti agoda, traveloka, booking.com dan lain-lain, kini menjadi solusi bagus bagi wisatawan yang datang ke Bandung.

“Tamu hotel sudah lakukan pemesanan sejak tiga pekan sebelum libur panjang tiba. Itu membuat tingkat okupansi hotel di Bandung bisa mencapai 100 persen,” papar Marketing Communications Manager BEST WESTERN PREMIER La Grande Hotel, Adventa Pramushanti, seperti dilansir laman merdeka.com, Jumat (06/05/2016).

Diakuinya, saat ini jumlah hotel di Bandung semakin banyak, sehingga wajar jika okupansi 100 persen semakin susah didapat. “Nampaknya hal itu enggak berlaku di long weekend kali ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Venta.

Di Best Western Premier La Grande Hotel, sambung dia, tingkat hunian 5-8 Mei 2016 di hari Kamis, 5 mei 2016 yaitu 98 persen dari total 193 kamar. Disusul dengan Jumat, 6 mei 2016 di 93 persen. Hari Sabtu mulai turun sekitar 15 persen.

Libur panjang kali ini benar-benar disambut dengan sukacita oleh semua. Biasanya di Bandung, libur panjang yang lebih dari tiga malam, puncak okupansi hanya di satu atau dua malam. Namun, kali ini okupansi terus terjaga.

“Semoga Bandung makin kreatif dan kritis mengemas paket wisata, menggerakkan roda perekonomian juga yang makin ke sini nampak makin seret,” sambungnya.

Venta menambahkan wisatawan yang datang ke Bandung kini mengalami perubahan drastis. Malah
lebih agresif. “Agresif dalam hal ini memiliki nilai positif. Dimana para wisatawan yang akan menghabiskan momen akhir pekannya mempersiapkan diri begitu matang hingga melakukan pemesanan hotel dari jauh-jauh hari,” tambahnya.

Semoga Bandung makin kreatif dan kritis mengemas paket wisata, menggerakkan roda perekonomian juga yang makin ke sini nampak makin seret, sambungnya. (*/MO)

LEAVE A REPLY