Lindungi Destinasi Wisata Raja Ampat, Penggunaan Bahan Peledak Dilarang

0
345
Presiden saksikan pemandangan alam Raja Ampat

WAISAI, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Raja Ampat gencar melakukan sosialiasi larangan penggunaan bahan peledak dan bahan-bahan beracun untuk menjaga dan melestarikan destinasi wisata alam bahari yang sudah mendunia, yakni Raja A,pat. Mengingat, selama ini ancaman terbesar kerusakan terumbu karang di laut Raja Ampat akibat ketidaksadaran masyarakat menjaga kelestarian laut.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Raja Ampat, Mohliyat Mayalibit mengatakan, sosialisasi ini untuk memberikan pehamaman bagi masyarakat akan dampak dari penggunaan bahan peledak dan zat racun lainya terhadap biota laut Raja Ampat.

“Pemerintah daerah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan bahan peledak dan bahan-baham zat racun lainnya. Ternyata masyarakat tak mengindahkan larangan itu, padahal laut Raja Ampat merupakan warisan leluhur dari sang pencipta yang mestinya kita jaga bersama,” ungkap Mohliyat saat sosialisasi di Kampung Warsamdin, Distrik Teluk Manyalibit, Raja Ampat, Papua Barat, Kamis 1 Juni 2017.

Sosialisasi Perda Kabupaten Raja Ampat No 11/2017 tentang Larangan Penggunaan Bahan Peledak Dan Bahan Racun dalam perburuan ikan dan biota laut dalam di wilayah perairan Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya bagian hukum Setda Raja Ampat, Kejaksaan Negeri Sorong, Polres Raja Ampat, perwakilan TNI AD dan TNI AL.

Kasat Pol Air Polres Raja Ampat, Aipda Saroji mengatakan, laut Raja Ampat merupakan laut yang penuh dengan sumber daya hayatinya. Namun, banyak orang dari luar sering melakukan tindakan-tindakan yang tidak wajar terhadap laut ini.

“Kami tidak main-main dengan menindak tegas siapa pun yang melakukan pengeboman. Oleh karena itu kami sangat berharap masyarakat Teluk Mayalibit bisa memberikan contoh yang baik agar panorama alam Raja Ampat tetap lestari,” katanya.

Keindahan Raja Ampat masih jadi konsumsi kalangan tertentu, khususnya wisman. Turis asal AS masih jadi nomor satu yang paling banyak liburan ke Raja Ampat. Data tahun 2015, kunjungan wisatawan asing sebesar 15 ribu orang. Untuk yang domestik ada sekitar 6 ribu.

Posisi pertama masih Amerika Serikat, kemudian Jerman, Prancis, Australia, baru China. China jadi satu-satunya negara di Asia yang masuk 5 besar, Jepang saja kalah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo.

Menurut analisis Yusdi, ini disebabkan karena Raja Ampat merupakan jenis destinasi wisata minat khusus, terutama diving. Sehingga tidak sembarangan turis bisa berpergian ke Raja Ampat, terutama wisatawan domestik yang masih sedikit ke Raja Ampat.

Yusdi pun memberikan saran agar wisatawan domestik bisa liburan ke Raja Ampat dengan gaya backpacking. Menurutnya itu bisa saja dilakukan, asal tahu triknya. “Saran kita adalah pergi ke Raja Ampat dalam bentuk grup, karena akan lebih murah jatuhnya. Misalnya, bentuk kelompok sampai 10 orang, ada resort yang memberikan diskon khusus. Seperti di Hamueco Resort, kalau ajak 10 orang, bisa gratis 1. Kan lumayan,” saran Yusdi.

Selain itu bila pergi berombongan, biaya sewa kapal akan lebih murah, karena ditanggung bersama. Pergi sendiri atau berpasangan juga bisa saja, namun tentu saja biayanya akan jauh lebih mahal bila pergi beramai-ramai.

“2 tahun terakhir animo wisatawan domestik meningkat. Mereka rata-rata dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali. Tapi sekali lagi, Raja Ampat bukanlah destinasi wisata massal, tapi destinasi wisata minat khusus. Jadi, kelestarian alam akan tetap kami jaga,” tutup Yusdi. (*/bbs)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.