Libur Lebaran, Okupansi Hotel Sumbar Tembus 90 Persen

0
30

PADANG, bisniswisata.co.id: Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Sumatera Barat (Sumber) selama libur Lebaran, benar-benar mengembirakan. Kebenaran itu dibuktikan dengan menembus angka 90 persen.

“Hal ini terjadi merata di seluruh hotel yang ada di Sumatera Barat mulai dari Kota Padang, Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Batusangkar dan lainnya,” papar Ketua DPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat Maulana Yusran seperti dilansir laman Antara, Ahad (24/06/2018).

Dilanjutkan, peningkatan hunian hotel itu telah terjadi sejak empat hari sebelum lebaran 2018 dan terus berlanjut hingga saat ini. Pihaknya mengharapkan periode ini terus berlanjut mengingat siswa sekolah masih menjalani liburan sehingga peluang keterisian kamar hotel masih ada. “Kami berharap jumlah keterisian kamar hotel tetap tinggi hingga awal bulan Juli 2018 nanti,” ujarnya.

Sebagian besar wisatawan yang datang ke Sumatera Barat, sambung dia, merupakan wisatawan domestik yang datang dari provinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu yang berkeliling di daerah itu melalui jalur darat.

Mereka ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu tidak melakukan pemesanan secara daring atau telepon kepada pihak hotel, namun mereka datang langsung ke hotel untuk menginap. Hal ini menyebabkan jumlah ketersediaan kamar hotel yang pagi harinya masih banyak kosong dan tiba-tiba akan penuh pada siang atau sore harinya.

“Biasanya yang melakukan pemesanan melalui internet atau telepon adalah wisatawan yang datang ke Sumbar menggunakan maskapai penerbangan,” kata dia.

Terkait dengan tarif kamar hotel yang naik ketika libur lebaran, dirinya mengatakan manajemen hotel profesional tidak akan pernah menaikkan tarif hotel karena mereka telah mengeluarkan tarif resminya kepada publik.

Namun ketika musim sepi kunjungan, manajemen hotel biasanya memberikan potongan harga kepada mayarakat yang menginap di hotel mereka sedangkan saat musim ramai kunjungan tarif tersebut kembali normal. “Kalau manajemen hotel tersebut profesional tidak akan menaikkan tarif hotel saat libur tapi mereka mengembalikan ke harga normal tanpa ada potongan harga,” jelasnya. (NDY)

LEAVE A REPLY