Libur Idul Adha, Tingkat Hunian Hotel di Yogya Tak Merata

0
216
Kamar hotel di Yogya

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Libur panjang hari raya Idul Adha, tingkat hunian hotel di Yogyakarta mengalami peningkatan. Namun tidak seperti libur lebaran sebelumnya, di mana hunian hotel menyebar dan merata. Kali ini angka hunian hotel masih didominasi hotel-hotel ring 1 atau yang berada di seputaran Malioboro.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunegara mengungkapkan keadaan sangat timpang terjadi pada hotel di Yogyakarta. Meski libur panjang, tetapi hunian hotel masih menonjol di seputaran kawasan Malioboro serta Tugu Yogyakarta saja.

Di kawasan ini, tingkat hunian hotel mencapai 90% dan semakin menurun di ring 3 dan 4. Bahkan hotel non-bintang tingkat okupansinya hanya sekitar 40%. “Kalau dominasinya masih tamu dalam negeri, bisa mencapai 90%,” kata Istijab.

Idul adha kali ini memang agak berpihak bagi dunia perhotelan. Karena berdekatan dengan libur akhir pekan sehingga cukup mendongkrak tingkat hunian di hotel. Saat ini, tingkat hunian hotel mencapai 90% di kawasan ring I, 80 % di kawasan ring II,65 sampai 70 % di kawasan ring III dan rata-rata 40 % untuk hotel melati atau non-bintang.

Capaian okupansi perhotelan di DIY tersebut tidak jauh berbeda dengan momentum yang sama pada tahun sebelumnya. “Lumayan karena saat ini jumlah kamar di DIY bertambah sehingga persaingan cukup ketat, namun tingkat keterisian kamarnya rata-rata tinggi,” jelasnya.

Meski libur spesial, namun karena bersamaan dengan libur akhir pecan, maka hotel tidak memberikan diskon untuk kamar, tetapi hanya menggencarkan promo-promo menu hidangan Idul Idha. Hotel-hotel banyak menghidangkan menu-menu autentik dan kreasi baik dari kambing, domba maupun sapi yang identik dengan hari raya kurban.

Public Relations Sahid Raya Hotel Watiek mengakui jika hotel tempatnya bekerja sampai hari Sabtu (10/9) mencapai 100%. Karena diisi oleh instansi-instansi pemerintah yang melakukan pertemuan dan MICE di hotel yang berada di sentra bisnis Yogyakarta. ‚ÄúTetapi untuk liburan Idul Adha justru tingkat huniannya jeblok. Libur Idul Adha hanya 40%,” terangnya.

Public Relations Executive Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa Stefanus Henry N Sukmana menyampaikan pihaknya menghadirkan berbagai macam cita rasa baru yang bernuansa daging hingga kuliner bermotif batik. Hidangan ini akan memanjakan para pecinta kuliner yang datang untuk meniknati kekayaan rasa daging.

“Bulan September ini ada momentum hari raya kurban jadi hidangan yang disajikan tidak jauh-jauh dari daging,”tuturnya. (*/S)

LEAVE A REPLY