Lebaran, 7 Hidangan Tak Boleh Terlewatkan

0
762

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Lebaran sebentar lagi. Tak terasa, bulan Ramadhan hampir berakhir. Perjalanan menahan lapar dan haus selama bulan suci sudah hampir selesai dan umat muslim akan meraih kemenangan. Berkumpul dan bercanda bersama keluarga menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Berkumpul dengan keluarga tanpa makanan yang bisa disantap ramai-ramai, terasa kurang lengkap. Hidangan Lebaran selalu sesuatu yang istimewa, sesuatu yang khas, sesuatu yang menarik. Karena itulah momen yang terjadi hanya setahun sekali ini sangat dirindukan.

Setelah melakukan ritual minta maaf setelah solat Eid, acara makan-makan pastilah dimulai. Biasanya, keluarga berkumpul dan mulai membicarakan rencana hari ini. Akan pergi ke mana dan berkumpul dengan siapa saja. Agar suasana lebaran nanti tidak garing, kamu jangan lupa menghidangkan 7 makanan ini, ya!

01. Ketupat
Hidangan khas Asia Tenggara ini, berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran. Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) dan jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

02. Rendang

Masakan berbahan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

03. Kerecek

Krecek atau kerecek adalah kulit sapi yang dikeringkan dapat digunakan dalam masakan atau dibuat krupuk, cara masak menggunakan bumbu-bumbunya sama dengan bumbu-bumbu sambal goreng, hanya kuahnya agak banyak. Di daerah Jawa Tengah yang dimaksud krecek adalah sambel goreng tempe dengan kerupuk kulit. Bahan krecek terbuat dari kulit sapi yang dipotong kecil kecil dan di goreng sehingga menjadi kerupuk kulit. Setelah menjadi kerupuk kulit kemudian dicampurkan pada masakan tertentu, bisa bersama tahu atau tempe atau oncom. Sambel goreng krecek ini sangat sedap dan enak jika disatukan dengan masakan gudeg

04. Opor

Masakan Opor sangat dikenal di Indonesia. Opor ayam diklaim dari daerah berbudaya Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelah barat. Meskipun demikian, masakan ini juga telah dikenal luas di daerah lain. Opor ayam sebenarnya adalah ayam rebus yang diberi bumbu kental dari santan yang ditambah berbagai bumbu seperti serai, kencur, dan sebagainya. Dalam tradisi Jawa, perayaan Lebaran biasanya dibuat meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam dan sambal goreng hati.

05. Sayur godok

Sayur ini sebagai pelengkap ketupat. Di bebarapa daerah sayur godog memiliki banyak aneka ragamnya. Bahan sayur ini bisa bermacam-macam seperti labu siam, daun pakis, kacang panjang, buncis, buah pepaya muda dan lainnya. Perbedaannya hanya pada campuran bumbu-bumbunya.

06. Semur

Hidangan daging rebus yang diolah dalam kuah berwarna coklat pekat yang terbuat dari kecap manis, bawang merah, bawang bombay, pala dan cengkeh. Kecap manis yang terbuat dari kedelai hitam adalah bahan paling penting dalam proses pembuatan semur karena berfungsi untuk menguatkan cita rasa, namun harus tetap terasa menyatu harmonis dengan bahan-bahan lainnya. Selain berbahan utama daging sapi dan kentang, semur juga berdiri dari bermacam-macam variasi dalam penyajiannya, seperti penambahan tahu, tempe, telur, ikan, dan bahan lain-lain sesuai dengan selera masyarakat di daerah masing-masing.

07. Sambal goreng kentang

Masakan sambal goreng kentang biasanya dipadukan dengan ati ampela ini, memang sangat cocok sekali untuk dihidangkan ketika hari lebaran. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY