Lava Tour Merapi, Dampak Bencana Jadi Daya Tarik Wisata

0
648
Lava Tour Merapi (Foto: http://www.yogya-backpacker.com)

MAGELANG, test.test.bisniswisata.co.id: Pengelola wisata Gunung Merapi mengemas Lava Tour Merapi, dan berhasil mengelola dampak bencana menjadi daya tarik wisata. Lava Tour Merapi menyajikan sensasi wisata andrenalin berbeda dengan menikmati pesona gunung berapi, yang disebut-sebut sebagai yang paling aktif di dunia.

Dengan Lava Tour wisatawan tak perlu menjadi pendaki gunung untuk menikmati pesona Merapi, karena jip-jip offroad dengan kapasitas lima orang termasuk supir siap membawa berkeliling. “Ide membuat lokasi yang terkena dampak letusan Gunung Merapi menjadi lokasi wisata dimulai sejak tahun 2012. Semula hanya coba-coba ternyata menarik minat wisatawan untuk datang,” papar Adi, pengemudi jip Lava Tour Merapi di Magelang, Jumat (30/09/2016).

Dua tahun setelah erupsi Merapi pada 2010, pengemudi jip off-road yang tergabung dalam beberapa komunitas merancang sebuah cara baru menikmati Merapi. Akhirnya dipilihlah beberapa tempat yang saat ini menjadi rangkaian Lava Tour.

Wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memanjakan mata dan juga tempat-tempat untuk mengenang erupsi 2010. “Sepanjang tahun selalu ada saja, dari orang kita atau luar . Paling ramai musim liburan. Sedikit sepi saat musim hujan,” sambungnya.

Adi menuturkan bahwa Lava Tour telah membantu warga yang terkena bencana Merapi. Meskipun, tidak melulu dia bisa mendapatkan penghasilan tambahan sebagai pengemudi jip. Sebab ada sekitar 500 warga lain yang berprofesi serupa dengannya.

Selain sebagai pengemudi jip, warga korban bencara juga terbantu secara ekonomi dengan adanya Lava Tour. Juga ada beberapa yang berjualan di sekitar lokasi, menjadi pemandu wisata, maupun menjadi juru foto.

Mengenai Lava Tour Merapi, Adi menjelaskan ada tiga opsi yang dapat dipilih wisatawan, yakni rute pendek, menengah, dan panjang. Rute tersebut dibagi berdasarkan jarak, waktu tempuh, dan tarif. Wisatawan dibebaskan memilih rute yang diingingkan dengan tarif mulai dari Rp350.000 sampai Rp550.000.

Waktu tempuh yang dibutuhkan dalam perjalanan menjelajah Lava Tour Merapi berkisar antara 1,5 jam hingga 2,5 jam tergantung rute yang dipilih. “Waktu terbaik saat menjelang matahari terbit atau matahari terbenam,” ungkapnya.

Adi juga mengingatkan penting bagi wisatawan membawa kaca mata hitam dan masker untuk menikmati wisata yang cukup membangkitkan adrenalin ini. Mau coba? (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.