Laurier Super Slimguard dan Attack Hadirkan Kolaborasi “Fearless Move” and “Fearless in Details”

0
1109
Dari kiri ke kanan, Kle, Rinda Salmun, Albert Yanuar, Ibu Susilowati, Sav Lavin dan Dominique Diyose saat jumpa pers di acara IFW 2015.

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 yang diselenggarakan di JCC, Jakarta. Laurier Super Slimguard dan Attack dari PT Kao Indonesia menampilkan hasil karya yang memukau dengan empat designer muda berbakat Indonesia.

Tahun ini merupakan kali kedua untuk Laurier Super Slimguard turut serta dalam perhelatan Indonesia Fashion Week. Dengan tagline ‘Thin is In’, Laurier Super Slimguard mengangkat tema “FEARLESS MOVE” pada keikutsertaannya kali ini di IFW 2015.

Tema ini diangkat untuk menciptakan fashion movement yang mengawali kebebasan bergerak dan bertampil maksimal bagi seluruh wanita Indonesia dengan percaya diri tanpa rasa khawatir. Selain itu, juga untuk meramaikan serta mengembangkan industri fashion Indonesia di masa akan datang.

Kleting, Rindu Salmun, dan Savira Lavina dalam Exclusive Fashion Show “GO FEARLESS” menuangkan busana dalam tema khusus, yaitu “FEARLESS IN DETAILS” dan “FEARLESS LOVE”.

Kleting dengan brand-nya KLE menghasilkan pakaian yang simple dan nyaman bagi wanita. Busananya dengan tema Transcendental dengan fearless move spirit dalam paduan warna dan bentuk yang saling bertabrakan dan tidak lazim.

Sementara Rindu Salmun dalam tema Volcano Topography menyampaikan dalam warna-warni dan adventurous spirit-nya.

Sedangkan Sav Lavina membawa konsep Anomali yang terinspirasi dengan kota Yogyakarta beserta unsur Indonesia yang kuat. Dengan warna monochrome, desainnya memberi pesan kepada wanita yang suka berkelana dan juga adventure.

Attack yang pertama kali ikut pada ajang IFW 2015 berkolaborasi dengan perancang muda ternama Albert Yanuar yang koleksinya memiliki ciri khas detail yang fascinating.

Kali ini menampilkan tema ‘Chinoize’ yang ditandai dengan penggambaran fantastis dari citra Cina, menonjolkan penggunaan pola yang rumit, dikombinasikan dengan siluet sederhana. Sebagian besar motifnya dilukis dengan tangan kemudian dicetak secara digital dan beberapa motif yang dilukis dengan tangan sengaja dibuat menyerupai batik khas dari Cirebon, Mega Mendung. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.