Larasati Apresiasi Event Earth Hour 2016 di Borobudur

0
613

Larasati Sedyaningsih, anggota Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementrian Pariwisata untuk Candi Borobudur. (Foto: Hilda Sabri Sulistyo).

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pemilihan kegiatan Earth Hour 2016 di situs Candi Borobudur dan Prambanan diyakini makin membuat masyarakat Indonesia mencintai warisan budaya bangsanya dan bukti meningkatnya sinergi lintas sektoral, kata  Larasati Sedyaningsih, anggota Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementrian Pariwisata untuk Candi Borobudur, hari ini.

“Saya sangat mengapresiasi usaha dari   World Wide Fund for Nature (WWF), PLN dan berbagai pihak terkait yang telah melaksanakan  kegiatan Earth Hour 2016 di situs budaya Candi Borobudur dan Prambanan, Sabtu lalu (19/3). Keinginan Presiden Jokowi untuk mengangkat Borobudur sebagai Bali baru atau destinasi unggulan direspons positif dan semangat membangun kerjasama lintas sektoral untuk mengembangkan pariwisata muncul dengan kuat, tegasnya.

“Terima kasih nama Borobudur makin melekat dalam ingatan masyarakat. Pilhan event dipusatkan di Borobudur menurut saya sudah suatu bentuk  dukungan dan keberpihakan pada program pemerintah untuk mempromosikan 10 Bali baru dan bukti kerjasama lintas sektoral berjalan baik dari berbagai pihak,” kata Larasati

Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi ikon gerakan Earth Hour 2016 di Indonesia. Selain di dua cagar budaya itu, gerakan ini juga dilaksanakan serentak di 70 ikon yang tersebar di 32 kota di Indonesia, Sabtu (19/3/2016) mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Earth Hour 2016 merupakan gerakan ke-8 di Indonesia yang digagas oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB), PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan UNESCO.

Devy Suradji ,  Marketing Director WWF Indonesia dalam rilis di laman organisasinya  mengatakan tidak ada ikon world herittage yang lebih kuat daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Itulah mengapa WWF Global memilih dua candi ini menjadi ikon Earth Hour 2016.

Dari Borobudur, penyelenggara ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi nyata mengubah gaya hidup mengurangi emisi gas rumah kaca demi kelestarian bumi.

Dari Candi Borobudur, pihaknya mengajak masyarajat  belajar dengan apa yang sudah dimiliki dan apa yang di perjuangkan untuk masa depan,  lanjutnya sambil menambahkan selain di situs warisan dunia itu, beberapa ikon di Indonesia juga  terpilih menjadi lokasi Earth Hour 2016 di antaranya berupa balai kota, tugu, dan hotel tua.

Candi Borobudur dan Prambanan merupajab dua warisan budaya dunia di Jawa Tengah ini tidak lepas dari dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, dua candi ini menjadi bagian dari gerakan Earth Hour untuk turut menyiarkan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai salah satu cara memenuhi komitmen dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Saya yakin kegiatan ini  menumbuhkan semangat melestarikan lingkungan atau saujana budaya Borobudur karena kita bukan hanya diwariskan tapi juga  mewariskannya pula pada generasi penerus jadi saya senang Gerakan Earth Hour 2016 dengan tema Global Shine A Light on Climate Action ini telah dilaksanakan dengan sukses,”  kata Larasati.

Kegiatan Earth Hour di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang mulai jam 19.30 diawali  pertunjukan tari tradisional, peluncuran website Go Borobudur, hingga pementasan teater Kera Sakti dari seniman-seniman asal Jepang.(*/hss)

 

LEAVE A REPLY