Larang Hotel Baru, Sleman Genjot Bangun Homestay

0
136
Desa wisata pentingsari Sleman (foto: http://www.slemanonline.com)

SLEMAN, Bisniswisata.co.id: Sleman komitmen tidak akan memberi ijin hotel baru hingga tahun 2021, namun berupata mengembangkan homestay desa wisata untuk memenuhi kebutuhan akomodasi pariwisata.

“Sleman akan terus mendorong Homestay Desa Wisata, karena sudah dikeluarkan moratorium hotel hingga 2021. Jadi tidak akan ada hotel baru sampai 2021. Yang ada homestay desa wisata,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa (30/05/2017).

Kepastian larangan itu diperkuat Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih. Menurutnya untuk memenuhi akomodasi wisatawan, saat ini mereka sedang mengembangkan homestay di desa-desa wisata.

Saat ini, Sleman memiliki 300-an unit homestay yang tersebar di berbagai desa wisata. Salah satunya di Desa Wisata Pentingsari dengan 50 unit homestay. Hal ini tentu akan mendukung pencapaian target pariwisata nasional, yakni 20 ribu Homestay Desa Wisata tahun 2017 dan 20 juta wisatawan pada 2020.

Bahkan, untuk meningkatkan minat mengembangkan desa wisata, Dispar Sleman juga akan menyelenggarakan kegiatan Travel Dialog dengan para pelajar. Kegiatan tersebut mengarahkan para pelajar untuk mau berkegiatan dan berwisata ke desa wisata setempat.

“Belum lama ini sudah ada 200 sampai 300 pelajar yang ingin belajar di desa wisata. Di desa wisata para pelajar bisa belajar mengenai budaya dan keseharian masyarakat desa,” kata perempuan yang akrab disapa Ning.

Ning memaparkan, Sleman sudah memiliki 31 desa wisata yang tersebar di 17 kecamatan. Seluruh desa wisata tersebut menyuguhkan berbagai pilihan pariwisata yang beragam. Mulai dari agrowisata, budaya, hingga pesona alam.

“Peningkatan kunjungan ke desa wisata akan berdampak baik bagi distribusi pendapatan masyarakat. Pasalnya desa wisata memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Bahkan tahun lalu Desa Pentingsari mampu mencetak transaksi senilai dua miliar rupiah,” ujar Ning. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY